Rabu, 25 Feb 2015 11:03 WIB

Yuk Intip Produksi Mobil Hidrogen Toyota

- detikOto
Jakarta -

Pada November 2014 lalu, Toyota Motor Corporation sudah mulai memiliki mobil masa depan. Ya, adalah mobil sel bahan bakar, Toyota Mirai yang menjadi andalan terbaru Toyota untuk mobil masa depan. Mirai sendiri berasal dari bahasa Jepang yang berarti masa depan.

Mobil hidrogen ini diproduksi di pabrik Motomachi yang sudah berdiri sejak 1956. Siaran resmi Toyota Motor Corporation, Rabu (25/2/2015) melansir, pabrik ini sebelumnya telah memainkan peran penting untuk mewujudkan impian Toyota untuk berkontribusi di bidang otomotif global.

Pabrik tersebut pertama kali menjadi pabrik produksi mobil penumpang di Jepang. Mobil-mobil andalan Toyota yang sudah mendunia seperti Publica", "Corona", "Cresta", "Soarer", "Supra", "RAV4", dan mobil super Lexus "LFA" sudah dibangun di fasilitas produksi Motomachi ini.

Kini, pabrik Motomachi memproduksi sedan bertenaga hidrogen, Toyota Mirai. Toyota mengklaim, produksi Mirai ini dilakukan dengan fokus dan perhatian terhadap detail yang sama dengan mobil lain yang sudah diproduksi di sini. Diperkirakan, tiga unit Toyota Mirai selesai diproduksi di pabrik ini.

Jalur perakitan Toyota Mirai dibagi menjadi tiga bagian utama. Ketiganya meliputi trim, perakitan sel bahan bakar/sasis dan perakitan akhir. Dalam setiap bagian, ada daerah sub-perakitan untuk instalasi bagian.

Untuk memproduksi Mirai ini, pertama yang harus dilakukan adalah kerangka bodi mobil ini dicat di bagian produksi massal pabrik Motomachi.



 Pintu-pintu mobil kemudian dilepas untuk memudahkan pekerjaan interior serta meminimalisir pintu yang rusak. Setelah pintu-pintu tersebut dilepas, pegawai di pabrik ini kemudian menanam beberapa instrumen penting.

Instrumen tersebut meliputi kabel-kabel, dash silencer, tangki minyak rem, lampu kombinasi belakang, panel instrumen, baterai utama, lapisan atap, dan pemasangan bumper belakang.


Selanjutnya, masuk ke bagian perakitan sasis dan sistem sel bahan bakar.

Sedan sel bahan bakar Toyota Mirai ini dilengkapi dengan bingkai CFRP Stack Frame serat karbon yang diperkuat plastik.

Petugas pabrik kemudian menginstalasi fuel cell stack, konverter tenaga dari bahan bakar, tangki dan tabung hidrogen.

Agar produk tidak bermasalah, proses tes kebocoran hidrogen yang dilakukan dengan menggunakan helium juga harus dilalui.

Fuel cell stack dan tangki hidrogen pada mobil ini diinstal secara bersamaan. Kemudian diikuti oleh persiapan motor listrik dan menggabungkan kompresor udara ke fuel cell stack.




Sebelum perakitan sasis selesai, semua komponen pendukung mobil dipasang. Pemasangan komponen itu meliputi drive shaft, as roda depan, inverter, unit pemanas air, kabel-kabel, suspensi depan, motor, as roda belakang, bumper depan dan roda dipasang.

Selanjutnya, Toyota Mirai masuk ke tahap perakitan akhir. Pengerjaan perakitan terakhir ini dilakukan dengan menginstalasidan merakit sistem external power supply, interior kendaraan, engine bay, kaca depan dan jendela belakang. Setelah itu, Mirai harus melalui pemeriksaan pengapian sebelum masuk ke tahap pemeriksaan akhir.

Nah, mobil Mirai sudah jadi. Tapi tunggu dulu, ada satu tahap lagi untuk menyatakan Toyota Mirai ini benar-benar bisa dipasarkan dan digunakan oleh konsumen dengan aman.

Ya, tahap terakhir adalah kontrol kualitas dan inspeksi. Kontrol kualitas yang rinci dan pemeriksaan dilakukan pada Toyota Mirai sebelum meninggalkan pabrik Motomachi. Petugas kontrol kualitas Toyota menggunakan inspeksi visual dan sentuhan untuk memastikan kendaraan adalah kualitas tertinggi dan tanpa cacat sebelum meninggalkan pabrik.



(rgr/ddn)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikoto.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com