Mobil BBG Diharapkan Dibuat 2016, Listrik 2025

Mobil BBG Diharapkan Dibuat 2016, Listrik 2025

- detikOto
Senin, 16 Feb 2015 18:06 WIB
Mobil BBG Diharapkan Dibuat 2016, Listrik 2025
Serpong - Pemerintah berharap mobil berbahan bakar gas yang dibuat secara massal mulai berseliweran di jalanan pada 2016. Sedangkan mobil ramah lingkungan lain yang lebih kompleks seperti mobil listrik diharapkan bisa diproduksi pada 2025.

Rencana tersebut akan dwujudkan secara gradual sesuai dengan roadmap mobil ramah lingkungan yang telah ditetapkan oleh pemerintah sejak masa pemerintahan sebelumnya.

β€œMakanya, diharapkan, kalau bisa pengkajian dan penelitian tentang mobil berbahan bakar gas, terutama mobil Honda (sedan Honda City) berbahan bakar CNG ini sudah selesai pada tahun ini. Setelah itu, 2016 bisa kita mulai,” tutur Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) Mohamad Nasir saat ditemui di kantor Puspitek, Serpong, Tangerang Selatan, Senin (16/2/2015).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, tahapan secara gradual yang dilalui saat ini masih berupa pengembangan mobil dengan bahan bakar ganda yakni bensin dengan gas. Penggunaan dua bahan bakar itu bisa dilakukan secara bergantian dengan aman dan tidak mengganggu kenyamanan pengguna mobil.

Bahkan bisa mobil berbahan bakar solar dan bahan bakar gas. Keduanya bisa digunakan secara bergantian dengan sokongan fitur teknologi canggih.

Mobil lainnya yang juga akan menjadi fokus pengembangan mobil ramah lingkungan adalah mobil berteknologi hybrid. Mobil itu menggunakan paduan antara mesin konvensional dengan motor listrik.

β€œKedua jenis mobil itu, kan sudah kita coba kembangkan secara perlahan-lahan, Nah, sehingga mengerucut dan berkembang ke mobil dengan bahan bakar gas dan mobil listrik. Gas mudah-mudahan 2016, dan listrik ya sekitar 2025,” papar Nasir.

Sementara menyinggung infrastruktur pendukung operasional mobil seperti tempat pengisian bahan bakar, Nasir menyatakan pemerintah akan berkomitmen membangunnya begitu mobil tersebut diminati masyarakat. β€œTentunya pemerintah akan mendukung,” ucapnya.

Adapun soal insentif, Menristek menyebut pemerintah melalui Menteri Keuangan akan memberikannya. β€œKan yang ditetapkan itu berupa insentif fiskal bagi mobil yang menggunakan teknologi bahan bakar terbarukan, dan mobil ramah lingkungan. Itu ada (insentif) tentunya,” kata dia.



(arf/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads