Harga Minyak Turun Terus, Konversi Mobil ke BBG Bisa Molor

Harga Minyak Turun Terus, Konversi Mobil ke BBG Bisa Molor

- detikOto
Jumat, 16 Jan 2015 09:01 WIB
Harga Minyak Turun Terus, Konversi Mobil ke BBG Bisa Molor
Jakarta - Kini, harga minyak dunia terus merosot. Hal itu berdampak pada penurunan harga bahan bakar minyak (BBM). Bahkan, pemerintah Indonesia dalam waktu dekat akan menurunkan kembali harga BBM bersubsidi.

Dengan penurunan harga minyak dan hampir mendekati harga bahan bakar gas (BBG), upaya konversi penggunaaan dari BBM ke BBG untuk kendaraan diperkirakan akan tertunda. Tapi, dibandingkan BBM, BBG jenis compressed natural gas (CNG) tetap lebih murah.

Selain itu, CNG sendiri langsung diproduksi di Indonesia. Sementara BBM, Indonesia masih mengimpor dari luar Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Dengan penurunan harga minyak dan dengan harga CNG yang 3.100 (per liter setara premium/LSP), pasti ada penundaan konversi BBM ke BBG. Memang lebih murah BBG tapi karena jumlah SPBG yang lebih sedikit, masyarakat masih lebih memilih bbm," kata Vice President Corporate Communication PT Perusahaan Gas Negara (PGN), Ridha Ababil di Jakarta.

"Lalu bagaimana kita sikapi tren penurunan harga minyak? Minyak di Indonesia itu 60 persen masih impor. Ini sangat tidak aman apabila kita masih mengimpor," lanjutnya.

Menurut Ridha, beberapa analisis memperkirakan harga minyak masih terus turun. Untuk menjaga kesiapan ketika harga minyak naik, pihaknya akan bekerja keras mendukung fasilitas-fasilitas BBG.

"Analisa masih memperkirakan harga minyak masih turun. Sementara pengembangan infrastruktur SPBG itu kita butuh waktu 2 tahun. Begitu harga mintak naik tentunya masyarakat bisa beralih ke yang lebih murah (BBG)," katanya.

Peralihan penggunaan BBM ke BBG dipercaya akan membuat masyarakat Indonesia lebih mandiri. Sebab, BBG jenis CNG ini diproduksi langsung di Indonesia sementara BBM masih diimpor dari luar negeri.

"Untuk meningkatkan kemandirian indonesia dalam rangka menggunakan bahan bakar hasil Indonesia," ujarnya.

(rgr/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads