Ini Teknologi Mobil yang Bakal Hadir 10 Tahun ke Depan

Ini Teknologi Mobil yang Bakal Hadir 10 Tahun ke Depan

- detikOto
Sabtu, 03 Jan 2015 12:56 WIB
Ini Teknologi Mobil yang Bakal Hadir 10 Tahun ke Depan
Jakarta - Seiring perkembangan teknologi, mobil-mobil masa depan pun akan semakin canggih. Sistem yang mendukung keselamatan, keamanan, ramah lingkungan hingga kecepatan dipercaya akan semakin menjamur.

Setiap peningkatan teknologi yang dikembangkan pabrikan otomotif akhir-akhir ini telah membawa kita ke masa depan yang menarik. Dengan adanya pengembangan teknologi yang dimulai dari sekarang ini, beberapa spekulasi mengenai mobil canggih yang akan menyambut di masa depan pun mulai merebak.

Salah satunya adalah prediksi laman Edmuds yang melansir enam mobil canggih dalam sepuluh tahun ke depan. Apa saja mobil canggih yang siap digunakan di masa depan? simak ulasannya berikut.

1. Mobil Otonom

Beberapa pabrikan otomotif sudah mulai mengembangkan mobil otonom tanpa sopir. Mobil ini bisa mengemudi sendiri berkat adanya sensor, kamera, radar dan laser. Beberapa industri otomotif menjanjikan akan membuat mobil otonom dalam satu dekade ke depan. Bahkan, Nissan menjanjikan beberapa mobil otonom hingga 2020.

Beberapa fitur keselamatan yang bertindak sebagai bantuan pengemudi mulai berkembang. Fitur itu memungkinkan juga untuk diterapkan pada mobil otonom dalam waktu dekat, termasuk fitur cruise control, penghindar tabrakan, lane centering dan pemandu parkir.

Bahkan, dengan hadirnya fitur keselamatan di mobil yang diproduksi akhir-akhir ini menjadi langkah penting menuju pengembangan mobil otonom. Dengan begiu, masyarakat akan semakin yakin bahwa mobil otonom bisa dipercaya.

2. Mobil Listrik Murah dengan Jangkauan Lebih Jauh

Pada saat ini, mobil listrik memang memiliki harga yang cukup mahal. Selain itu, jarak yang ditempuh dalam satu kali pengisian penuh baterai Li-ion masih meragukan pandangan masyarakat terhadap mobil listrik saat ini.

Tapi, para peneliti kini mulai bekerja untuk meningkatkan baterai Li-ion yang akan menjadi satu-satunya sumber tenaga mobil listrik. Para ahli pun setuju bahwa biaya baterai akan turun di tahun-tahun mendatang. Salah satu kemungkinan pengurangan biaya adalah dengan pengembangan baterai lithium-polymer yang berpotensi lebih ringan, lebih mudah beradaptasi dan lebih murah untuk diproduksi.

Profesor teknik nano-material di Universitas Wollongong, Australia bahkan memiliki terobosan baru. Mereka menggunakan bahan germanium untuk meningkatkan kapasitas energi lima kali lebih banyak daripada energi yang disimpan dalam baterai Li-ion biasa.

3. Fitur Keselamatan Aktif Generasi Terbaru

Fitur keselamatan seperti peringatan tabrakan, cruise control dan sejenisnya kini sudah tersedia. Tapi, pertimbangan fitur super multiview head-up display siap dikembangkan. Fitur head up display (HUD) yang telah tersedia sekarang hanya menawarkan informasi yang terbatas. Sementara fitur super multiview head-up display menawarkan info yang lebih banyak dengan peningkatan teknologi canggih.

Di masa depan, Anda mungkin dapat mengemudi dengan aman dalam kabut tebal dengan head-up display yang terintegrasi dengan adaptif cruise control dan kamera mobil. Melalui augmented reality display di kaca depan seperti banyak terlihat di versi video game, sistem re-create bisa memunculkan objek yang terhalang oleh kabut tebal. Dengan begitu, kemampuan pengemudi untuk melihat marka jalan, mobil lain dan sisi jalan dengan visibilitas rendah akan semakin ditingkatkan.

Selain itu, beberapa kondisi yang menjadi masalah keselematan berkendara juga menjadi tantangan untuk pengembangan fitur di masa depan. Panggilan telepon, jalan raya yang ramai dan cuaca buruk dapat mengalihkan perhatian pengemudi. Hal itu menjadi salah satu fokus utama pengembangan mobil di masa depan.

4. Komunikasi Antarmobil dan Komunikasi Mobil dengan Objek Lain

Komunikasi antarmobil adalah sesuatu yang pasti di masa depan otomotif. Menggunakan sensor dan pemancar, mobil yang terhubung dapat mengirim dan menerima data kecepatan maupun kondisi lokasi ke dan dari mobil itu dengan menggunakan komunikasi jarak pendek yang hampir mirip dengan koneksi Wi-Fi.

Tujuan dari sistem ini adalah untuk mengetahui arus lalu lintas, menghindari tabrakan dan meningkatkan kewaspadaan pengemudi terhadap situasi lalu lintas yang akan dilalui sehingga mereka dapat mengambil tindakan yang diperlukan. Semua ini akan dicapai melalui komunikasi jarak dekat dengan menggunakan sensor dan pemancar yang ditempatkan di jalan.

Selain transmisi data yang terkait keselamatan, kendaraan yang terhubung bisa memberikan informasi ke sopir apakah lampu merah akan berubah segera ke lampu hijau. Salah satu fitur tambahan dari teknologi ini adalah pelaporan kondisi lalu lintas secara real time dan akurat berkat teknologi yang sudah add di dalam mobil.

Pada 2012, Institut Penelitian Transportasi di Universitas Michigan yang bekerja sama dengan Badan Keselamatan Lalu Lintas Amerika Serikat atau National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) mulai mnguji coba 2.800 mobil pintar masa depan di Ann Arbor. Ini adalah usaha terbesar untuk pengembangan mobil canggih di Amerika Utara.

5. Jaringan pada Mobil

Di lalu lintas perkotaan, jaringan mobil bisa jadi sebagai kebutuhan. Salah satu mobil yang sudah menerapkan fitur ini adalah konsep EN-V (electric networked vehicle) dari General Motors (GM). Konsep ini adalah mobil listrik otonom dua kursi yang bisa menyajikan informasi kecepatan, lokasi dan ketersediaan informasi dengan mobil lain di di jaringan melalui komunikasi nirkabel.

Jika pengemudi membutuhkan informasi kondisi suatu tempat, mereka bisa 'menelepon' mobil yang juga terkoneksi melalu aplikasi ponsel pintar maupun komputer. Sistem ini bisa menyarankan rute terbaik untuk pengemudinya berkat informasi real time yang diakses melalui jaringan.

Untuk teknologi ini, GM berencana untuk menjalakan tes signifikan pada generasi kedua EN-V di beberapa kota besar seluruh dunia pada 2020. Para ahli menunjukkan, mobil jaringan ini dapat diperuntukan bagi segmen yang belum sepenuhnya bisa mengemudi seperti lansia, orang yang memiliki segudang mobilitas dan anak muda.

6. Mobil Terbang

Tentu saja, mobil terbang bukan lagi sebuah mimpi di siang hari. Pengembangan mobil yang bisa terbang pertama kali hadir pada 1917. Kala itu, mobil terbang disebut sebagai Curtiss Autoplane.

Kini, mulai banyak pabrikan yang mengembangkan mobil terbang. Salah satunya adalah Terrafugia yang berbasis di Massachusetts. Mobil itu diberi nama Transition. Transition mulai didemonstrasikan pada Juli 2013 di Oshkosh, Wisconsin.

Pengembangan selanjutnya yang menanti Terrafugia adalah TF-X. TF-X ini merupakan gabungan sebuah helikopter, mobil plug in hybrid dan mobil otonom.

Dengan adanya TF-X, pengemudi bisa memasukkan tujuan yang ingin dicapai dengan sebuah sistem navigasi dan bisa terbang secara vertikal dari jalan raya ketika menemui kemacetan. Tidak hanya itu, sistem komputerisasi bisa membuat pengemudinya santai dalam perjalanan. Termasuk terbang dan mendarat.

Terrafugia menyatakan, versi produksi ini akan dimulai 8 sampai 12 tahun ke depan. Untuk realisasinya, aplikasi ini akan digunakan untuk mobil darurat seperti ambulan maupun mobil kepolisian.
Halaman 2 dari 7
(rgr/lth)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads