Honda pun dibikin frustrasi karena Takata tidak sanggup menjelaskan kenapa beberapa airbag buatan mereka tidak berfungsi sempurna dan bahkan menewaskan 5 orang.
Dilansir dari Reuters, gara-gara airbag yang tidak terpasang sempurna ini, berbagai merek mobil menarik 21 juta kendaraan sejak 2008. Honda sendiri sudah menarik sebanyak 14 juta kendaraan, paling banyak di Amerika dengan 4 orang tewas di Amerika dan yang kelima tewas di Malaysia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami ragu Takata memproduksi airbag yang sesuai dengan spesifikasi yang kami sepakati. Ketika kami tidak mendapatkan analisis yang jelas mengenai apa yang terjadi, kami memutuskan untuk melakukan pengetesan sendiri. Dan kami menemukan kualitas inflator yang di bawah standar," ujarnya.
Juru bicara Takata langsung merespons pernyataan senior Honda ini.
"Jika Honda melakukan uji kualitas sendiri, pasti Honda akan langsung berkomunikasi dengan kami, untuk menanyakan masalah kualitas yang mereka temui, dan kami pasti akan memeriksanya. Sejauh ini tidak ada komunikasi seperti itu," ujarnya.
Juru bicara Honda Kaoru Tanaka mengonfirmasi jika mereka melakukan pengetesan, namun mereka tidak mengumumkan hasilnya atau berkomentar seputar tes itu.
"Yang penting buat kami adalah para konsumen kami, dan untuk mengambil langkah yang penting secepatanya untuk menjamin keamanan konsumen, serta menghilangkan kekhawatiran yang dirasakan oleh konsumen," ujarnya.
Di Indonesia Honda menarik 840 unit Accord model 2003, dan 3.259 unit sedan Honda City model 2004 untuk memperbaiki inflator airbag.
(ddn/ddn)











































Komentar Terbanyak
Prabowo Klaim Upah Ojol Naik 3 Kali Lipat, Begini Reaksi Asosiasi
Wanti-wanti Prabowo Buat Pengguna Motor Bensin: Rasain Sendiri
Pertalite Mau Dibatasi, Kategori Ini Bakal Nggak Bisa Beli Lagi