Dalam membuat mobil bertenaga matahari, Suryawangsa 2, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Mumahaddiyah 7 Gondanglegi Malang mengaku tidak semuanya berjalan dengan lancar. Banyak hambatan yang harus ditempuhnya sampai mobil benar-benar jadi.
Menurut Project Leader Suryawangsa 2 Ahmad Muhtadi, mobil bertenaga matahari ini tidak mengambil basis dari mobil manapun. Pengerjaannya mulai dari sasis, bodi dan lain sebagainya dikerjakan sendiri. Tapi untuk beberapa komponen terutama masalah electrical tetap harus mengambil dari luar negeri.
"Yang kita ambil dari luar itu seperti baterai, motor, kontroler dan lain sebagainya," tutur Ahmad di sela-sela peluncuran 2 mobil tenaga surya di Jakarta, kemarin.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Semua komponen yang kita beli di luar negeri kita rakit di sini (Indonesia). Intinya mobil ini tidak seperti yang lainnya, kita benar-benar merakitnya dari nol atau tidak menggunakan basis dari mobil manapun yang sudah ada," katanya.
Untuk yang lainnya, Ahmad mengaku tidak ada kesulitan lagi. Dalam merakit mobil tenaga matahari ini juga ia dibantu oleh orang-orang hebat, sampai akhirnya mobil ini berdiri sebagai prototipe.
(ady/lth)












































Komentar Terbanyak
Dadan soal Motor MBG: Dulu Klaim di Bawah Harga, Ternyata Di-markup
Ini Gudang Motor Listrik MBG yang Dipesan Dadan Hindayana
Indonesia Kian Tertinggal, Mobnas Malaysia Ekspansi EV 42 Ribu Unit/Tahun