Karena itu dalam mengajarkan siswa SMA 54 Jakarta soal safety driving, PT Toyota Astra Motor (TAM) juga mendatangkan langsung psikolog untuk membekali perilaku yang baik dalam berlalu lintas.
"Memang anak SMA belum boleh punya SIM, tapi kami ingin membekali mereka. Sedini mungkin kami ingin membekali mereka," kata General Manager Corporate Planning and Public Relation PT TAM, Widyawati Soedigdo di SMA 54 Jakarta, Rabu (16/12/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tahun 2014 mobil-mobil sudah aman. Tapi yang belum tersentuh adalah emosinya. Kita tidak hanya mengajarkan skill tapi behaviour. Terlebih di usia remaja yang masih memiliki tingkat emosi yang belum stabil," ujar Wiwid.
SMA 54 Jakarta ini menjadi sekolah pertama yang menerapkan konsep perilaku berkendara. Selanjutnya, Wiwid mengaku akan memberikan edukasi yang sama di sekolah-sekolah lain.
Untuk membantu emosionalnya, musik yang didengarkan saat mengemudi pun diajarkan kepada siswa SMA 54 Jakarta. "Diajarin, lagu-lagu apa sih yang harus disetel supaya tidak grasak-grusuk di jalan. Kami menganggap hal semacam ini mulai penting," tutur Wiwid.
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Australia 'Lumpuh', Hampir 500 SPBU Kehabisan BBM!
Mobil Pribadi Isi Pertalite Dibatasi, per Hari Maksimal Rp 500 Ribu