Menurut Agatha N. Ardhiati psikolog yang juga merupaan dosen Unika Atma Jaya 88 persen pengendara selalu mendengarkan musik di dalam kendaraan, sementara sisanya kadang atau tidak mendengarkan musik.
"Faktor-faktor distraksi adalah apa yang kita lihat, dengar, cium/hirup, rasakan, pikirkan. Sebenarnya walaupun lewat indera pendengaran, tetapi lewat musik kita bisa memunculkan emosi, perasaan tertentu, dan itu yang membuat jadi distraksi saat nyetir," ujarnya dalam Fun Rally and Coaching Clinic Avanza Pop You Up di Saka Bistro, Bandung, Jawa Barat, Sabtu (13/12/2014).
Β
Alasan kedua musik bisa jadi distraksi saat menyetir adalah kita bisa tiba-tiba jadi mengkhayal, memikirkan pengalaman masa lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadi bagaimana mendengarkan musik yang benar dalam mobil? Dia menyarankan pengguna kendaraan memilih lagu-lagu atau membuat playlist yang bisa menjaga emosi.
"Kalau lagi galau, jangan setel lagu-lagu galau, diganti ama yang senang. Pilih musik yang sesuai yang bisa berfungsi menjaga perasaan, kalau tadi senang tetep senang," ujarnya.
Namun ada kalanya saat nyetir kita benar-benar harus mematikan musik, misalnya saat parkir kendaraan.
"Matiin saja musiknya, jangan sampai tukang parkirnya sudah bilang setop-setop eh malah 'dug!' udah deh," ujarnya.
Saat melalui jalan tikus yang sempit, kadang kita perlu mematikan musik, karena saat itu butuh konsentrasi yang tinggi.
"Tetapi kalau kalau situasi normal, biar mood nya bagus menyalakan musik sih oke-oke saja," pungkasnya.
(ddn/ady)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi