Akhir tahun 2014 merupakan saat-saat terberat bagi produsen mobil. Biang keladinya adalah seperti kenaikan harga BBM, nilai tukar rupiah yang melemah terhadap dolar Amerika, inflasi menyebabkan pasar otomotif lesu.
"Kenaikan BBM bersubsidi, membuat pasar otomotif melemah di November 2014. Pasar menurun 3 persen," kata Direktur Pemasaran PT Astra Daihatsu Motor Amelia Tjandra di Jakarta.
Namun meski demikian, lanjut Amelia, Daihatsu justru mengalami peningkatan penjualan di bulan November lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal ini yang membuat Amelia yakin, target Daihatsu di 2014 akan tetap tercapai.
"Kalau temen-temen masih inget kami di tahun ini menargetkan penjualan mencapai 185.000. Kami optimistis target penjualan kami akan tercapai," ujar Amel.
Dalam data penjualan Daihatsu, di akhir tahun ini Daihatsu menjual 172.058 unit kendaraan (wholesales) atau naik 1% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, sebesar 171.195 unit.
Sementara retailsales Daihatsu mencapai 168.324 unit, atau naik 3% dibandingkan periode yang sama 2013 sebanyak 163.954 unit. Kontributor utama penjualan Daihatsu masih sama dengan sebelumnya, yakni Gran Max, Xenia, Ayla dan Terios.
βKami bersyukur penjualan Daihatsu menunjukkan hasil yang positif sesuai target, meskipun persaingan semakin ketat ditambah dengan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang dilakukan pemerintah," ujar Amelia.











































Komentar Terbanyak
Pertalite Mau Dibatasi, Bahlil: yang Kaya Jangan Ambil Hak Rakyat
Viral Ribut-ribut Perkara Parkir: Istri Turun buat Nge-tag Tempat, Emang Boleh?
Trik Tutupi Pelat Nomor Demi Hindari ETLE Nggak Bakal Mempan