Mitsubishi Minta Kepastian Regulasi Investasi pada Jokowi

Mitsubishi Minta Kepastian Regulasi Investasi pada Jokowi

- detikOto
Rabu, 19 Nov 2014 12:58 WIB
Mitsubishi Minta Kepastian Regulasi Investasi pada Jokowi
REUTERS
Gorontalo - Potensi pasar otomotif di Tanah Air yang besar belum tergarap maksimal karena investor sering ragu-ragu saat menunggu kepastian regulasi di bidang investasi. Oleh karena itu, Presiden Joko Widodo atau Jokowi diminta untuk melakukan serangkaian pembenahan.

"Secara pribadi, saya melihat pasar otomotif di Indonesia terus tumbuh. Tapi, ini bisa digenjot lagi jika investor terus berdatangan," tutur Executive General Manager Marketing Mitsubishi Motor Corporation (MMC) PT Krama Yudha Tiga Berlian Motor, Kosei Tamaki, di Gorontalo.

Dia menyebut, sebelumnya para investor kerap menghadapi ketidakpastian saat berhadapan dengan regulasi invetasi. Soalnya, hasil keputusan proses pengambilan keputusan saat menetapkan regulasi sering berbeda dengan konsep atau tujuan awal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Bahkan prosesnya sering lambat. Itu pendapat pribadi saya," ucap Tamaki.

Dia berharap pemerintahan Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla segera melakukan pembenahan terhadap proses pembuatan dan substansi dari regulasi yang ada.

"Sehingga ada kepastian," kata dia.

Selain itu, Tamaki juga berharap presiden memprioritaskan pembangunan infrastuktur terutama untuk pengiriman barang antar wilayah maupun ekspor. Sehingga, proses bisnis akan berjalan lancar.

"Jika itu terjadi, bukan saja pertumbuhan ekonomi dan pendapatan pemerintah yang meningkat, tetapi juga membuka lapangan kerja. Ekonomi daeraha pun ikut berkembang," paparnya.

Terlebih banyak pabrikan otomotif yang berkeinginan meningkatkan investasinya di Indonesia. Mitsubishi adalah salah satunya.

Pabrikan ini telah berkomitmen menanamkan investasi US$ 600 juta dolar untuk membangun pabrik small MPV di Bekasi, Jawa Barat.

Rencananya, pabrik yang mulai beroperasi pada 2017 itu bakal memproduksi 80 ribu unit mobil. Dari jumlah itu 60 ribu unit diantaranya dipasarkan di Tanah Air, dan 20 ribu sisanya dipasarkan ke negara-negara ASEAN.

(arf/ddn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads