"Kalau kami dari Gaikindo, sangat menunjang kebijakan ini. Silakan saja pemerintah menaikkan BBM subsidi," kata Ketua I Gaikindo Jongkie D Sugiarto saat dihubungi detikOto di Jakarta, Selasa (18/11/2014).
Menurut Jongkie, mobil-mobil yang diproduksi mulai 2006 ke atas, sudah menerapkan standar emisi Euro 2. Artinya, mobil-mobil itu membutuhkan bahan bakar dengan kadar oktan di atas 91.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau (mobil) pakai Premium, dampaknya di mesin, pembakaran tidak maksimal, tenaga kurang, boros, mesin panas, garansi juga pasti akan hilang," tegas Jongkie.
"Makanya kami berharap, di republik tercinta kita, pakai bbm non-subsidi. Bukan masalah harga, ya. Masalahnya (itu) tidak sesuai dengan kebutuhan (mesin)," lanjut Jongkie.
(rgr/ddn)












































Komentar Terbanyak
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Provinsi yang Bakal Kenakan Pajak buat Mobil-Motor Listrik
Pernyataan Taksi Green SM usai Kecelakaan Kereta di Bekasi