Thailand Berambisi Jadi Pusat 'Mobil Hijau' di 2021

Laporan dari Thailand

Thailand Berambisi Jadi Pusat 'Mobil Hijau' di 2021

- detikOto
Sabtu, 01 Nov 2014 13:10 WIB
Thailand Berambisi Jadi Pusat Mobil Hijau di 2021
Bangkok -

Industri otomotif Thailand terus tak tergoyahkan sebagai raja otomotif di ASEAN, sebagai produsen dan eksportir terbesar. Bahkan Negeri Gajah Putih tersebut sudah menyiapkan masterplan industri mereka hingga 2021.

President of Thailand Automotive Institute Vichai Jirathiyut mengatakan Thailand menargetkan sebagai sebagai pemain global podusen kendaraan ramah lingkungan 'mobil hijau' pada 2021.

Konsep Eco Car di Indonesia lebih dikenal sebagai Low Cost and Green Car (LCGC), Thailand lebih dahulu memiliki kendaraan yang menjadi tren saat ini. Bahkan Thailand sudah melewati fase tahap I untuk produk Eco Car berbasis Euro 4, dan sedang dalam proses Eco Car tahap 2 dengan standar Euero 5.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Thailand punya masterplan otomotif eco car sampai fase ketiga. Visinya jadi green car global untuk visi 2021," kata Vichai dalam kunjungan beberapa media nasional ke Thailand di Bangkok.

Di tempat yang sama, President of Thai Auto-Parts Manufacturing Association (TAPMA) Achana Limpaitoon mengatakan untuk merealisasikan visi ini, maka butuh dukungan pasokan komponen lokal yang juga berbasis teknologi 'hijau'. Selama ini, para pemasok industri otomotif Thailand diberikan kebebasan mengembangkan merek sendiri untuk produk after sales, selain sebagai pemasok OEM.

"Tentunya produk-produk yang akan datang, di Thailand adalah produk-produk teknologi hijau. Ini karena kita ekspor luar negeri agar tak ada polusi," kata Achana.

Sementara itu, di sisi lain Indonesia masih fokus mengejar ketertinggalan dengan Thailand dengan menargetkan peningkatan produksi hingga 2,6 juta pada 2020. Tahun lalu produksi Thailand sudah mencapai 2,4 juta unit.

Untuk mencapai produksi mobil hingga 2,6 juta unit per tahun pada 2020 diperlukan perbaikan daya saing dari sisi biaya, kualitas dan pembangunan infrastruktur. Dari produksi 2,6 juta tersebut, sebanyak 2 juta unit merupakan penjualan pasar domestik.

Peningkatan produksi ini juga harus dikembangkan tak hanya pada pasar domestik, namun diperluas pada penetrasi pasar ekspor

Perkembangan produksi mobil di Indonesia sejak 2003 hingga kini sangat signifikan. Data Gaikindo dan Kemenperin, pada 2003 tercatat penjualan mobil di dalam negeri hanya 350.000 unit, termasuk di dalamnya dipasok dariimpor sebanyak 15.000 unit, Sedangkan produksinya sebanyak 320.000 unit mobil, sebagian harus diekspor sebanyak 2000 unit.

Pada 2013, penjualan mobil di Indonesia tembus 1,32 juta unit, termasuk sebanyak 150.000 unit berasal dari impor. Sedangkan dari sisi produksi di dalam negeri mencapai 1,21 juta unit, termasuk ekspor mobil sebanyak 170.000 unit.
Β 



(hen/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads