"Kita (ASEAN) siap menyambut itu (AEC)," kata General Manager Marketing Communication & Product Planning PT Nissan Motor Indonesia (NMI) Budi Nur Mukmin, di Nusa Dua Bali.
"Bahkan tanpa adanya AEC kami sudah siap. Tapi yang harus diperhatikan sekarang ialah seberapa besar kita siap dengan Sumber Daya Manusia (SDM) kita," tambah Budi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebenarnya kita tidak ada agenda (rencana khusus) untuk AEC. Karena kita ini Company Global. Dan banyaknya pekerja dari berbagai negara itu sudah biasa. Karena menjadi Company Global pasti perusahaan kami memiliki standart global, kualitas global (siapa pun pekerjanya harus memiliki kualitas terbaik)," katanya.
Lalu mungkinkah jika AEC berjalan, Nissan akan menambah varian yang akan diproduksi di Indonesia?
"Tidak semudah itu, karena setiap negara marketnya dan karakternya berbeda. Seperti di Thailand, mereka lebih ke pikap (di Indonesia MPV)," tutupnya.
(lth/ady)












































Komentar Terbanyak
Pajak Avanza di Indonesia Rp 5 Juta, Malaysia Rp 600 Ribu, Thailand Rp 150 Ribu
Mobil Listrik China Murah-murah, Kok Suzuki Pede Jual e Vitara Rp 755 Juta?
Penjualan Mobil di Indonesia Nyaris Disalip Malaysia, Menperin: Ini Alarm!