Untuk mewujudkan hal itu, 5 perusahaan otomotif besar yakni GM, Toyota, Ford, Honda dana Nissan bersama-sama mengucurkan dana untuk penelitian sistem itu.
Masing-masing akan mengucurkan dana sebesar US$ 1 juta selama 3 tahun. Dana itu akan disalurkan kepada Universitas Michigan melalui Pusat Transformasi Mobilitas (PTM).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Teknologi itu termasuk pengembangkan fungsi otomatis kendaraan seperti cruise control dan stop-and-go driving.
Seperti dilansir Reuters, Sabtu (6/9/2014) diharapkan mobil bisa saling terkoneksi pada tahun 2021.
Selain produsen otomotif, perusahaan pemasok otomotif seperti Delphi Automotive Plc, Denso Corp dan Robert Bosch GmbH, perusahaan telekomunikasi Verizon Communications Inc, Xerox serta State Farm ikut serta.
Sebenarnya teknologi untuk membuat mobil saling 'bicara' satu sama lain bukan hal yang baru.
Di tahun 2012, Departemen Transportasi Amerika dan Universitas Michigan sudah memperkenalkan pilot program untuk melengkapi sekitar 3.000 mobil, bus dan truk dengan perangkat nirkabel yang bisa mendeteksi kecepatan dan lokasi kendaraan lain, sehingga mobil bisa memperingati pengemudi mengenai kemacetan.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
105.000 Mobil Pickup Diimpor dari India, Buat Dipakai Koperasi Merah Putih
Ngaku Mau Swasembada Energi, Indonesia Malah Impor Etanol dari AS