TMMIN hari ini mengumumkan peningkatan ekspor model sedan Vios yang menembus angka 3.500 per bulan dimulai sejak bulan Agustus 2014 ini.
Peningkatan volume ekspor Vios yang diproduksi di Karawang, Jawa Barat ini memberikan kontribusi pertumbuhan ekspor kendaraan utuh (Complete Built-up Unit/ CBU) bermerek Toyota sebesar 18% per bulannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti diketahui, Vios mulai diproduksi secara lokal di Pabrik Karawang II sejak bulan Desember 2013. Tiga bulan berselang, sedan buatan putra-putri Indonesia ini mulai diekspor dalam jumlah yang signifikan yaitu sebesar 1.500 unit per bulan ke negara-negara di kawasan Timur Tengah dan ASEAN.
Product acceptance dari sisi kualitas prima, pengiriman yang tepat waktu, serta berdaya saing tinggi menjadi alasan utama peningkatan volume ekspor untuk kendaraan jenis sedan ini.
"Kualitas produk Toyota Indonesia telah teruji kehandalannya serta dapat diterima dengan baik, tidak hanya oleh konsumen di dalam negeri tetapi juga konsumen mancanegara. Kami sangat senang dan bangga bisa secara terus-menerus mengupayakan peningkatan ekspor otomotif," kata Wakil Presiden Direktur TMMIN Warih Andang Tjahjono di Jakarta, Senin (25/8/2014).
"Hal ini sejalan dengan semangat dan komitmen kami untuk dapat tumbuh dan berkembang dalam industri otomotif Indonesia," ungkapnya.
Sebelumnya, total volume kendaraan utuh bermerek Toyota adalah sejumlah 11.000 unit per bulan. Dengan adanya penambahan volume ekspor Vios, total volume ekspor kendaraan utuh bermerek Toyota menjadi 13.000 unit per bulan.
Selain Vios, Toyota juga mengekspor Kijang Innova, Fortuner, Yaris, Avanza, Rush, Agya, dan Town Ace serta Lite Ace.
(syu/ddn)










































