Mobil Google sedikit demi sedikit menemukan serum mobil autopilot. Bahkan raksasa teknologi asal Amerika Serikat tersebut sudah menunjukkan mobil autopilot mungil mereka beberpa bulan lalu.
Nah keberhasilan Google membuat tidak sedikit pabrikan mobil tertarik bekerja sama lewat software Android ke dalam mobil melalui sistem Auto Android. Namun fakta yang akan ditimbulkan adalah kekhawatirkan menghilangkan status produsen mobil yang bekerja sama dengan Google.
Nantinya teknologi Google yang akan dikenal masyarakat ketimbang usaha keras yang dilakukan produsen mobil selama ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kami jelas tidak ingin hanya menjadi semacam perangkat keras sederhana yang umum," tambah Ghosn. "Kami benar-benar ingin menjaga daya tarik produk dan kontrol mobil autopilot pada produk," ucapnya lagi.
Nissan selaku produsen mobil yang dikabarkan mengembangkan mobil serupa lewat Nissan LEAF. Beberapa tahun belakangan Nissan serius mengembangkan mobil berjalan sendiri tanpa bantuan manusia. Ghosn sendiri tidak menutupi jika perusahaan yang dipimpinya menjalin kerja sama dengan perusahaan sukses asal AS itu.
Selain Nissan beberapa produsen lainnya yaitu General Motors, Audi dan Honda yang bergabung dengan Google yang memanfaatkan penggunaan sistem operasi Android ke dalam kendaraan. (syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Biaya Tes Psikologi SIM Online Naik, Sekarang Jadi Segini
Baru Jual 1 Mobil, Polytron Sudah Ungguli Merek Jepang-China Ini di Indonesia
Intip Garasi Kakanwil Pajak Jakarta Utara yang Dicopot Purbaya