Ketika kejad-kejaran terjadi, petugas yang mengendarai mobil harus bekerja ekstra. Mereka harus mengendalikan mobil yang bermanuver seraya memperhatikan lingkungan dan memikirkan cara untuk menghentikan si penjahat.
"Pengawasan akan lebih efektif dan lebih mudah dengan sedikit kesempatan mobil patroli kehilangan kendaraan sasaran," tulis sebuah laporan FBI.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Algoritma dapat mengontrol jarak mobil patroli di belakang target untuk menghindari deteksi atau sengaja mengambil rute yang berlawanan di persimpangan, namun berhasil bertemu dengan target pada titik-titik lain," jelas mereka.
Hal itu memang memungkinkan mengingat mobil self-driving menggunakan banyak teknologi mulai dari laser, radar, kamera video dan GPS untuk membangun peta 3D dari lingkungan mereka. Peta itu bisa menggambarkan bangunan, jalan, pejalan kaki dan kendaraan lainnya.
Dengan teknologi ini, mobil-mobil dapat diprogram untuk dengan aman ke target sambil menghindari rintangan.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Resmi Turun, Ini Harga BBM Se-Indonesia Juli 2026
Haram Dilakukan saat Ujian Praktik SIM C, Sepele tapi Bikin Auto Gagal
Bahlil: Harga BBM Baru Naik 3 Minggu, Masa Udah Ditanya Kapan Turun