Evolusi Mobil Tanpa Setir (3)

Evolusi Mobil Tanpa Setir (3)

M Luthfi Andika - detikOto
Jumat, 30 Mei 2014 15:11 WIB
Evolusi Mobil Tanpa Setir (3)
Jakarta - Mobil tanpa pengemudi dikatakan akan menjadi mobil masa depan. Tahun 2050, mobil-mobil di jalanan umum sudah mengusung teknologi otonom atau autopilot yang tidak lagi memerlukan campur tangan manusia.

Nah mau tahu bagaimana perkembangan dan pabrikan mana saja yang sudah menyatakan siap melahirkan mobil autopilot, seperti yang dikutip dari berbagai sumber.

1. Volkswagen

dok CNN
Volkswagen mulai mengembangkan mobil autonomous (tanpa awak) sejak 2007. Yaitu dengan mengubah VW Passat menjadi mobil pintar yang bisa berkendara tanpa sopir.

Mesin mobil tetap menggendong mesin 2.0 TDI, Passat karya Electronic Research Laboratory (ERL) VW California bersama Stanford University.

Keduanya berhasil membuat mobil pintar yang mampu berkendara hingga 60 mil dengan kondisi perkotaan sesungguhnya.

VW Passat Autonomous ini mengandalkan electromechanical power steering, electric accelerator pedal, Direct Shift Gearbox (DSG) dan electric handbrake, membuat Volkswagen of America Electronic Research Laboratory VW California bisa mengendalikan secara komputerisasi 100 persen, dengan menggunakan prosesor Intel Core 2 Duo.

2. Chevrolet

Pabrikan Amerika General Motors juga pernah melakukan unjuk gigi dengan mengubah Chevrolet Tahoe menjadi mobil otonom.

Dengan bekerja sama dengan Carnegie Melon University, Mobil ini memenangkan ajang DARPA Grand Challenge 2007, yang diselenggarakan oleh Departemen Pertahanan Amerika.

Chevrolet Tahoe yang disapa 'The Boss' ini memiliki 25 sensor eksternal, yang semuanya terintegrasi dengan sistem komputerisasi (laptop) Compaq Intel Core 2 Duo.

Dimana Chevrolet Tahoe bisa membaca situasi jalanan yang membuat mobil ini bisa berjalan sendiri. Bahkan mobil ini bisa melihat daerah mana saja yang mengalami kemacetan, membaca lampu merah dengan baik, mengatur kecepatan saat berkendara.

3. Audi

Produsen Audi menjadi pabrikan lain yang ikut berpartisipasi dalam melahirkan mobil otonom.

Audi mempercayakan TTS Sport car untuk bisa menjadi mobil prototipe yang mampu berkendara sendiri dimasa depan.

Untuk menguji ketangguhan dirinya, Audi telah menguji laju mobil otomatis ini di daerah pegunungan Pikes Peak di Colorado Amerika.

Dipilihnya Audi TTS Sports Car bukan tanpa alasan, karena mobil ini dinilai telah memiliki teknologi yang mumpuni. Seperti drive-by-wire throttle dan memiliki semi outomatis DSG gearbox, sehingga tidak memungkinkan untuk berkendara tanpa awak.

Hardware yang ditambahkan ke Audi TTS ini sama seperti komputer (sudah terintegrasi didalam tubuh). Bahkan dengan otomatis mobil ini bisa menghitung segala kemungkinan bahaya dengan perhitungan algoritma. Sehingga dengan leluasa mobil ini mampu melakukan handling terbaik, dengan kecepatan tinggi yang bisa dikontrol.

4. Nissan

Nissan menjadi salah satu pabrikan mobil yang turut mengembangkan mobil autopilot atau tanpa pengendara. Rencananya di 2020 nanti mereka akan mulai memasarkan mobil tersebut ke pasaran dunia.

Nissan membuat mobil autopilot ini dengan universitas top di seluruh dunia, mulai dari MIT, Stanford, Carnegie Mellon, Oxford dan Universitas Tokyo.

Pengembangan mobil autopilot dilakukan di Jepang, dan saat ini Nissan tengah membangun proving ground khusus di Jepang yang akan selasai pada akhir tahun fiskal 2014 atau pada Maret 2015 nanti.

Proving ground ini akan khusus menguji kehandalan mobil autopilot Nissan dan membuat teknologi ini lebih aman, Nissan juga memproduksi mobil autopilot untuk membuat jalanan lebih aman.

Sebagai tahap pertama Nissan memasang teknologi autonomous di mobil listrik Nissan LEAF. Namun teknologi autonomous Nissan ini bukan hanya teknologi untuk mengarahkan setir mobil semata, tetapi juga dilengkapi dengan Safety Shield.

Teknologi ini akan memonitor keadaan di sekeliling mobil secara 360 derajat, memberikan peringatan pada pengendara dan mengambil alih fungsi kemudi jika diperlukan dalam keadaan darurat.

Dengan Autonomous Drive Nissan memiliki teknologi untuk memantau berbagai situasi di sekitar kendaraan yang bisa mengakibatkan kecelakaan. Jadi Autonomous Drive akan mengurangi intervensi pengendara pada kendaraan.

Nissan Leaf Automous memiliki 6 laser scanner, 1 radar depan, 1 kamera i depan, 4 around view monitor, 6 sonar di depan dan belakang jadi 12 totalnya," ujarnya.

Autonomous drive juga memungkinkan mobil diparkir sendiri dengan hanya menekan tombol di keyfob mobil.

Posisi pengendara bisa sejauh dari mobil sampai 30-40 meter untuk mememerintah mobil agar bisa parkir sendiri. Dan rencananya akan dikembangkan hingga 100 meter.

Untuk mencegah mobil dibajak orang lain, Nissan bisa saja hanya memungkinkan pengendara hanya bisa menggunakan smartphone untuk membuka pintu atau dengan fungsi terbatas, jadi smartphone tidak bisa untuk menyalakan mesin misalnya. "Jadi kayak ada firewall," ujarnya.


5. BMW

Pabrikan Jerman, BMW tak mau kalah mengembangkan mobil-mobil yang bisa melaju sendiri atau autonomous/autopilot.

Bahkan mereka sudah mengetes mobil itu dalam kondisi ekstrem, dibawa ngebut dan slalom. Hasilnya sempurna!

BMW meyakini mobil autonomous itu akan siap di pasaran di tahun 2020. BMW mendemonstrasikan keunggulan mobilnya itu di pameran International Consumer Electronics Show di Las Vegas beberapa waktu lalu.

Sistem autonomous BMW menggunakan teknologi pembantu mengemudi yang bisa mengontrol kendaraan dalam berbagai keadaan. Teknologi ini disebut BMW sebagai ActiveAssist. Sistem ini membuat mobil tidak hanya bagus dikendarai dalam kondisi normal tapi juga memberikan presisi yang tepat saat mobil dikendarai secara maksimal.

Selama pengetesan, para insinyur sudah mencoba mobil ini dalam kondisi ekstrem. Seperti uji slalom, memaksa mobil melaju di track yang basah, dan membuat kendaraan berpindah jalur untuk menghindari rintangan. Dan hasil pengetesan membuat mereka kagum.

Dengan ActiveAssist, mobil didesain untuk mengambil alih ketika pengendara kehilangan kontrol pada kendaraannya.

6. Google Car

Setelah hanya memodifikasi kendaraan dari merek mobil lain untuk membuat mobil otonom, Google sudah mempunyai mobil otonom sendiri tahun ini.

Mobil ini didesain Google untuk meminimalisir kecelakaan lalu lintas.

Sadar dengan hal itu, Google merilis prototipe mobil autopilot yang kabarnya akan siap dalam 1 tahun ke depan. Google akan membangun sekitar 100 unit mobilnya.

Desain Awal dari Google Car memang dibuat selucu mungkin. Google beralasan hal ini agar masyarakat bisa menerima kehadiran mobil tanpa pengemudi. Mobil terlihat seperti mobil kartun, tidak ada bonnetnya di bagian depan, sementara roda-rodanya berada di ujung kendaraan.

Dengan memiliki kapasitas 2 penumpang dengan penggerak motor listrik,Google car bakal memiliki kecepatan yang dibatasi sampai 40 km per jam agar aman di jalan.

Untuk menyalakan mobil tinggal menekan satu tombol di konsolnya saja. Untuk mematikannya pun tinggal menekan tombol yang sama.

Karena ini mobil tanpa pengendara maka tidak ada pedal rem, pedal gas, dan bahkan setir.

Halaman 2 dari 7
(lth/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads