Lokasi tempat penyimpanan spare part Volvo untuk menopang bisnis industri otomotif dengan investasi mencapai US$ 10 juta.
Presiden Direktur Volvo Truks Indonesia Pierre Jean Verge Salamon menegaskan bukan tidak mungkin PT Volvo Truks Indonesia membangun pabrik rakitan di Indonesia. Agar bisa membangun pabrik rakitan, Volvo butuh volume penjualan tinggi.
"Berdasarkan bank dunia Indonesia masuk 10 besar ekonomi dunia. Indonesia sangat potensial. Untuk membangun pabrik assembly tentu ada proses, butuh angka penjualan yang cukup," kata Pierre seperti dilaporkan reporter detikOto Muhammmad Ikhsan dari Seoul, Korea Selatan, Jumat (16/5/2014).
"Dan kami tidak bisa menyebutkan target penjualan untuk bisa melakukan pembangunan pabrik assembly. Saya tidak bisa sebutkan berapa jumlahnya," lanjut pria akrab disapa PJ itu.
Menurut PJ, untuk sementara ini PT Volvo Truks Indonesia cukup mengandalkan tempat penyimpanan spare part Volvo di Kalimantan. Dari sana diharapkan mampu mendorong bisnis Volvo di Indonesia. Proses pengiriman spare part ke konsumen jadi lebih cepat.
"Ini tentunya bisa menopang bisnis Volvo di Indonesia. Pengiriman spare part ke konsumen lebih cepat dan mengkover seluruh Indonesia," tegas PJ.
(ikh/ddn)











































Komentar Terbanyak
Viral Sopir Alphard Tak Terima Ditegur Satpam usai Terobos Lampu Merah
Pemprov 'Kehilangan' Rp 2 Triliun, Pajak Mobil Listrik Rp 0 Perlu Ditinjau
Penjelasan Polisi soal Alphard yang Terobos Zebra Cross di HI Nunggak Pajak