Kenaikan angka ekspor hingga 29,7 persen ini berkat Toyota Vios dan Agya. Namun bukan berarti langkah Toyota tetap mulus.
"Ada beberapa tantangan yang harus dihadapi ditahun ini," ucap Executive General Manager, External Affairs Division, Human Resources Division PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam, di Tanjung Priok Car Terminal, Tanjung Priok Jakarta.
Ekspor kendaraan akan menghadapi persaingan yang cukup keras. Karena Thailand, India, sudah meningkatkan produksi karena kebutuhan domestik mereka.
"Tapi Thailand saat ini perekonomian mereka tengah melemah, dan masing-masing negara mencari pasar eksport (negara yang akan diekspor)," tambahnya.
Lalu apa yang menjadi tantangan Toyota di dalam negeri, untuk mempersiapkan kendaraan yang akan diekspor?
"Tantangan di dalam negeri yang akan kita hadapi, yaitu kenaikan listrik (untuk produksi-Red), pekerja/buruh (kenaikan upah buruh-Red) karena buruh kita sudah sama seperti di Thailand, dan logistik. Makanya kita harus benar-benar memaksimalkan efisiensi (dalam segela hal-Red)," ucapnya.
"Jika produksi kita masih tetap bagus, yang kita harus waspadai perlambatan dengan perekonomian dinegara lain. Dan kita berharap produksi domestik dan ekspor tetap sama (memenuhi pasar), tapi kita harus waspada," tambahnya.
(lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Jawaban Pindad soal Prabowo Minta Desain Mobil Khusus Presiden Sapa Rakyat
Isi Garasi Anggota DPRD yang Merokok sambil Ngegame saat Rapat