Molina ITS, Bukti Jika Anak Muda Ngerti Mobil Listrik

Tour de Java Molina

Molina ITS, Bukti Jika Anak Muda Ngerti Mobil Listrik

- detikOto
Jumat, 02 Mei 2014 11:08 WIB
Molina ITS, Bukti Jika Anak Muda Ngerti Mobil Listrik
Jakarta - Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) berhasil mengembangkan 2 mobil listrik dan 1 tenaga surya. Meski masih prototipe, namun ketiga mobil ini sebagai bukti jika perguruan tinggi mampu mengembangkan kendaraan ramah lingkungan.

"Jadi dengan hasil ini apa anak muda Indonesia tidak ngerti teknologi mobil listrik?. Dengan ini kami menginformasikan kalau anak muda menguasai teknologi mobil listrik," tegas Muhammad Nur Yuniarto, dosen pembimbing pengembangan MOLINA ITS, ketika ditemui di Jakarta.

Menurutnya mobil listrik Ezzy 1, Ezzy 2 dan 1 mobil tenaga surya bukti anak Indonesia sangat kompetitif. Dia berharap mereka, anak-anak yang mampu membangun mobil listrik tidak dipandang sebelah mata.

Diberitakan sebelumnya, Mendikbud M Nuh berharap teknologi pada mobil listrik Ezzy 1, Ezzy 2, dan 1 mobil tenaga surya juga bisa disematkan pada moda transportasi umum.

Menanggapi harapan Mendikbud, Nur menyatakan siap mengembangkan teknologi serupa pada transportasi umum. Namun lebih dulu Nur ingin fokus pada Ezzy 1, Ezzy 2 dan 1 mobil tenaga surya.

Untuk saat ini pengembangan yang dilakukan mahasiswa ITS baru mencapai tahap uji jalan. Menurutnya butuh waktu lama untuk diproduksi massal.

"Mengembangkan mobil, desainnya itu harus jelas. Pertama konsep desain, kedua engine desain, ketiga prototipe, keempat uji laborarium dan kelima sampai tahap uji jalan. Dan yang terakhir yang kita jalankan. Sampai sekarag kita sampai diuji coba jalan. Dan ini masih lama prosesnya," ucap Nur.

Nur memaparkan ketiga mobil listrik dan Lowo Irang dibangun mulai konsep desain sampai bangun sasis yang menghabiskan dana ratusan juta rupiah.

"Motor listrik untuk mobil listrik warna putih didatangkan dari Australia. Dan motor listrik untuk mobil listrik warna merah didatangkan dari Jepang. Harga motor listrik dari Jepang Rp 200 juta lengkap kontroller," tutur Nur.




(ikh/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads