Ia mengatakan, ketersediaan infrastruktur menjadi kunci sukses pengembangan mobil listrik. Infrastruktur antaralain stasiun tempat pengisian baterai mobil. Infrastruktur ini perlu dibuat banyak agar mobil listrik mudah untuk di-charge. JK sebelumnya dikenal sebagai sosok yang gencar dan sukses melakukan program konversi minyak tanah ke elpiji.
"Infrastruktur ini harus disiapkan. Di dunia juga belum banyak yang bisa mengembangkan ini," kata JK ditemui di Kantor Pusat Palang Merah Indonesia, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Jumat (25/4/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia juga menekankan pemakaian subsidi BBM masih terlampau besar. Perlu ada kebijakan untuk mengalihkan anggaran subsidi BBM. "Mau dialihkan atau apapun, butuh infrastruktur. Jalan dulu perbaiki," jelasnya.
Pengembangan mobil listrik di Indonesia masih sebatas prototipe atau purwarupa. Selama ini banyak didorong dari Menteri BUMN Dahlan Iskan dan Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) termasuk LIPI dan BPPT, dan penggiat mobil listrik secara perorangan seperti Dasep Ahmadi, Ricky Elson, Danet dan lainnya.
(zul/ady)













































Komentar Terbanyak
Mobil Listrik China Murah-murah, Kok Suzuki Pede Jual e Vitara Rp 755 Juta?
Penjualan Mobil di Indonesia Nyaris Disalip Malaysia, Menperin: Ini Alarm!
Bikin Harga Tambah Mahal, Mobil di Bawah Rp 1 Miliar Diusulkan Tak Kena PPnBM