"Kendaraan impor yang paling banyak beredar (di Indonesia) itu didominasi oleh kendaraan mewah dengan mesin di bawah 2.400 cc, bukan kendaraan yang memiliki mesin 2.500 cc," kata Ketua Umum Asosiasi Importir Kendaraan Bermotor Indonesia (AIKI) Tommy R. Dwiandana kepada detikOto, Selasa (15/4/2014).
"Dan ini seperti hanya menguntungkan satu produsen. Seperti yang menurut saya kendaraan mewah seperti Toyota Alphard, Nissan Elgrand. Lalu bagaimana dengan nasib Jeep (yang tidak memiliki mesin kecil)?," tambahnya.
Sehingga menurut dirinya banyak yang menilai, ini hanya menguntungkan produsen Jepang berkat hubungan Indonesia-Jepang.
"Kendaraan-kendaraan (dari Jepang) bisa terjual tiap bulannya 100 unit, dan berkat hubungan kerja sama Indonesia-Jepang para produsen hanya membayarkan pajak sebesar 20 persen yang seharusnya 40 persen," ujarnya mempertanyakan.
Sehingga menurut dirinya seharusnya pemerintah bisa melihat kendaraan mana yang harus memiliki pajak lebih tinggi. Atau mungkin seluruh kendaraan impor mendapatkan pajak yang sama.
(lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk