Sedan Mazda6 di Indonesia Kena Recall

Sedan Mazda6 di Indonesia Kena Recall

- detikOto
Jumat, 11 Apr 2014 11:05 WIB
Sedan Mazda6 di Indonesia Kena Recall
Jakarta - Produsen mobil asal Jepang, Mazda terpaksa harus menarik 3 model mobilnya di seluruh dunia karena fitur i-ELOOP-nya mengalami masalah lagi. Dari ketiga model mobil yang harus ditarik 2 diantaranya dipasarkan di Indonesia, yakni Mazda6 dan Mazda CX-5.

Senior Marketing Manager PT Mazda Motor Indonesia (MMI) Astrid Ariani Wijana, mengatakan, untuk di Indonesia hanya Mazda6 yang harus di recall sedangkan untuk CX-5 tidak. Itu karena CX-5 yang di pasarkan di Indonesia belum dilengkapi fitur i-ELOOP.

"Hanya Mazda6 saja, untuk Mazda CX-5 tidak," ujar wanita yang akrab disapa Astrid saat dihubungi detikOto, Jumat (11/4/2014).

Astrid melanjutkan, seluruh pengguna Mazda6 di Indonesia model tahun 2013 diharapkan untuk mendatangi diler-diler resmi Mazda. Nantinya mobil tersebut akan di reprograming ulang dan hanya membutuhkan waktu 18 hingga 20 menit.

"Sebenarnya bukan masalah pada i-ELOOP dan kapasitornya (fisik) tapi lebih kepada programingnya saja. Untuk hal ini, konsumen tidak akan dipungut biaya (gratis)," tuntasnya.

Sebelumnya diberitakan detikOto, masalah i-ELOOP terjadi pada komputer pengontrol mesinnya.

Seperti kita ketahui, i-ELOOP menggunakan kapasitor untuk menangkap energi yang hilang selama mobil mengerem.

Kapasitornya itu bisa menangkap energi kinetik dalam hitungan detik selama pengereman. Kapasitor juga melepaskan energi lebih cepat dibanding baterai konvensional. Keuntungan lainnya, menutur Mazda, kapasitor lebih tahan.



Kapasitor atau sistem i-ELOOP ini akan menyimpan energi yang dihasilkan saat mobil direm. Nantinya energi tersebut akan membantu untuk mengoperasikan AC, audio dan perangkat lainnya di dalam kabin.

Nah masalahnya adalah program i-ELOOP-nya, meski kapasitor normal namun sistem akan mengindikasikan akan ketidaknormalan dalam sistem. Akhirnya sistem akan menghambat daya ke pedal gas dan lampu indikator pun akan menyala.

Jika mobil dipaksa berjalan dalam kondisi seperti ini, kelistrikan mobil akan terganggu. Akhirnya lampu check engine akan menyala dan pedal gas akan loyo.

Dalam skenario terburuk mesin mobil akan berhenti total dan tidak bisa dinyalakan lagi.

Total ada 88.000 unit mobil yang akan ditarik di seluruh dunia dengan perincian 27.627 unit di Jepang, 38.000 unit di Eropa, 6.500 unit di Amerika dan sisanya di negara lain. Mobil-mobil ini diproduksi antara Oktober 2012 sampai Januari 2014.

Ini bukan kali pertama i-ELOOP bermasalah, sesaat setelah diluncurkan di tahun 2013 lalu, fitur ini sempat bermasalah.

Tahun lalu, penarikan kembali itu dilakukan karena kapasitor untuk menyimpan energi dari pengereman terlalu panas. Jika didiamkan akan mengakibatkan terjadinya kebakaran.

Jika mobil dipaksa berjalan dalam kondisi seperti ini, kelistrikan mobil akan terganggu. Akhirnya lampu check engine akan menyala dan pedal gas akan loyo.

Dalam skenario terburuk mesin mobil akan berhenti total dan tidak bisa dinyalakan lagi.

Total ada 88.000 unit mobil yang akan ditarik di seluruh dunia dengan perincian 27.627 unit di Jepang, 38.000 unit di Eropa, 6.500 unit di Amerika dan sisanya di negara lain. Mobil-mobil ini diproduksi antara Oktober 2012 sampai Januari 2014.

Ini bukan kali pertama i-ELOOP bermasalah, sesaat setelah diluncurkan di tahun 2013 lalu, fitur ini sempat bermasalah.

Tahun lalu, penarikan kembali itu dilakukan karena kapasitor untuk menyimpan energi dari pengereman terlalu panas. Jika didiamkan akan mengakibatkan terjadinya kebakaran.

(ady/ddn)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads