Direktur Marketing PT Toyota-Astra Motor (TAM), Rahmat Samulo menjelaskan ada banyak faktor yang diperhatikan untuk menentukan harga sebuah produk.
"Ada banyak faktor, salah satunya sekarang yang bikin pusing adalah exchange rate," ujarnya di Karawang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cost kita naik tinggi, tapi kan kita tidak bisa menaikkan harga terlalu tinggi. Nah sekarang itu yang kita cari. Bagaimana harga Yaris ini tetap kompetitif di tengah situasi seperti ini," jelasnya.
"Kita tidak mau harga Yaris nanti bedanya dengan Yaris yang sekarang terlalu jauh," cetusnya lagi tanpa mau membeberkan berapa kira-kira harga jual Yaris terbaru nanti.
Saat ini sendiri meski spesifikasi dan harga Yaris terbaru yang kabarnya akan diluncurkan dalam beberapa bulan mendatang ini belum diumumkan, Rahmat mengakui sudah lebih dari 1.000 orang memesannya.
Dia lalu menjelaskan, tingginya angka pemesanan itu memang dirasa wajar. Sebab sejak tahun lalu stok Yaris memang sudah habis di pasaran sehingga banyak konsumen yang harus antre untuk Yaris terbaru ini.
Terlebih, Yaris menurut Rahmat sudah punya konsumen loyal yang rela menunggu. Di situs Auto2000, Yaris model lama dijual dengan rentang harga Rp 197.150.000 sampai Rp 215.450.000.
(syu/ady)












































Komentar Terbanyak
Ribuan Pikap India buat Kopdes Merah Putih Telanjur Masuk Indonesia
Warga Ngeluh Bayar Pajak Kendaraan Dipersulit, 'Nembak' KTP Asli Rp 700 Ribu
Konversi 120 Juta Motor Bensin ke Listrik Terancam Gagal, Cuma Jadi Ilusi