Angka Kecelakaan Tinggi, Produsen Mobil Enggan Disalahkan

Angka Kecelakaan Tinggi, Produsen Mobil Enggan Disalahkan

Syubhan Akib - detikOto
Senin, 17 Feb 2014 17:24 WIB
Angka Kecelakaan Tinggi, Produsen Mobil Enggan Disalahkan
Airbag di sebuah mobil
New Delhi - Di setiap negara, salah satu masalah paling mendasar yang terus coba dicari solusinya di jalanan raya adalah tingginya angka kematian akibat kecelakaan. Namun, produsen mobil ternyata enggan untuk disalahkan karena masalah ini.

Paling tidak hal itu terjadi di India dimana produsen malah menyalahkan kondisi jalan yang buruk, kebiasaan mengemudi yang buruk serta keengganan beberapa pengendara untuk membayar lebih ketika membeli mobil untuk mendapat fitur keselamatan standar seperti airbag, ABS atau bahkan helm untuk para pengguna motor.

Terlebih, pengawas keselamatan internasional seperti Global NCAP mengatakan bahwa lima mobil terlaris di India baru-baru ini gagal dalam tes kecelakaan independen.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tingkat keselamatan penumpang di beberapa mobil yang diproduksi di India pun terhitung tertinggal 20 tahun di belakang standar bintang lima yang sekarang umum diterapkan di Eropa dan Amerika Utara.

Namun, para petinggi produsen mobil di India malah mengatakan kalau Global NCAP tidak adil ketika hanya menyalahkan mobil produksi mereka. Mereka bahkan berdalih kalau kematian terbesar bukan ada di pengendara mobil, tapi pengendara motor.

Malahan lagi, karena alasan itu pula, para produsen beranggapan bila memaksa mengaplikasi airbag maka akan sedikit orang yang membeli mobil dan karenanya akan memaksa orang menggunakan motor yang lebih rentan.

Apalagi, dalam laporan WHO, hanya 16 persen dari total orang yang tewas di jalanan India adalah pengguna mobil. Lebih banyak kendaraan roda dua dan tiga.

"Orang-orang membeli mobil entry-level bergerak dari kendaraan roda dua, sehingga setiap mobil adalah pilihan yang lebih aman," kata Chief Operating Officer untuk pemasaran dan penjualan di Maruti Suzuki India Mayank Pareek.

"Kita harus memberikan setiap pilihan untuk pelanggan di setiap titik harga dan pelanggan memilih apa yang mereka inginkan," tambahnya di Wall Street Journal, Senin (17/2/2014).

Untuk Maruti Suzuki --produsen mobil terbesar di India-- dari 18 model yang di jual di India hanya yang termahal, sedan Kizashi, yang diimpor dari Jepang yang memiliki kantong udara pada semua tipe.

Jumlah orang yang tewas di jalan-jalan India melesat hingga 138.258 jiwa pada tahun 2012 naik signifikan dari hanya 84.674 jiwa di 10 tahun sebelumnya. Pada tahun 2006, India menyusul China sebagai penyumbang terbesar kematian jalan di dunia.

"Kami survei pelanggan di India dan sebagian besar dari mereka mengatakan mereka tidak ingin kantong udara," kata Shigeru Wakabayashi, wakil direktur di Isuzu Motors India Pvt.

Namun, argumen itu banyak di tentang. Presiden Institut Pendidikan Lalu Lintas Rohit Baluja mengatakan untuk menambah airbag di mobil hanya akan menambah sekitar US$ 60 (sekitar Rp 700 ribu) saja. "Ini tidak mahal sama sekali," cetusnya.

Produsen mobil menurut Baluja malah harus melakukan edukasi lebih mendalam kepada para konsumen mereka terkait masalah keselamatan. Bukan hanya asal menjual.

"Saya tidak melihat alasan mengapa, misalnya, (standar Barat) harus diterapkan ke India tanpa diskusi lebih lanjut. Saya pikir tantangan India dalam hal keselamatan jalan yang substansial. Saya pikir mereka juga berbeda," kata Vincent COBEE, chairman Nissan Motor Co yang memiliki merek mobil murah Datsun.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads