BMW X3 merupakan salah satu cerita manis yang dimiliki oleh BMW. Bukan apa-apa, hanya dalam jangka waktu 1 dekade, sudah ada 1 juta unit X3 yang diproduksi. Generasi kedua yang lahir di 2010 pun menawarkan interior luas yang elegan. BMW mengatakan kalau mobil ini memiliki fleksibilitas terbesar di kelasnya.
Salah satu kekuatan terbesar mobil ini adalah kesuksesannya memadukan aura sporty dan mewah dalam satu kesatuan baik itu di eksterior maupun di interior.
Di sisi lain, performa dan efisiensi dari mobil ini selalu digadang-gadang oleh merek Jerman itu.
Terlebih, kini BMW baru saja memberikan mesin diesel baru untuk mobil ini yang membuatnya makin irit lagi. Apa saja kekuatan BMW X3 ini? Mari kita kulik bersama.
|
|
1. Penampilan
|
|
Kedua ornamen itu kemudian disandingkan dengan bumper depan dan bumper belakang terbaru dengan padu serta terintegrasi dengan baik. Tampilan itu kemudian makin dikuatkan dengan adanya pelek dengan desain terbaru.
Di bagian interior, ada beberapa sentuhan krom yang bisa dilihat di konsol dengan dengan desain jok yang menurut BMW sudah pula mereka perbaharui.
1. Penampilan
|
|
Kedua ornamen itu kemudian disandingkan dengan bumper depan dan bumper belakang terbaru dengan padu serta terintegrasi dengan baik. Tampilan itu kemudian makin dikuatkan dengan adanya pelek dengan desain terbaru.
Di bagian interior, ada beberapa sentuhan krom yang bisa dilihat di konsol dengan dengan desain jok yang menurut BMW sudah pula mereka perbaharui.
2. Mesin
|
|
BMW mengklaim kalau teknologi BMW TwinPower Turbo telah menjadi jaminan performa mumpuni tapi dengan konsumsi bahan bakar rendah dan telah memenuhi standar emisi Euro6.
Untuk X3 tipe xDrive20d yang menggendong mesin diesel terbaru BMW diklaim memiliki tingkat efisiensi 5,8-5,4 liter per 100 km di dalam kota. Untuk di tengah kota tingkat efisiensinya menjadi 5,1-4,8 liter per 100 km dan tingkat efisiensi gabungannya 5,4-5,0 liter per 100 km.
Mesin itu sendiri mampu melahirkan tenaga lebih dari pendahulunya. Bila sebelumnya bertenaga 135 kW/184 hp, kini menjadi 140 kW/190 hp namun dengan konsumsi bahan bakar versi transmisi otomatis yang 7,1 persen lebih rendah dari pendahulunya.
Sementara BMW X3 sDrive18d memiliki kekuatan 110 kW/150 hp namun dengan tingkat efisiensi 5,8-5,4 liter per 100 km di dalam kota. Untuk di tengah kota tingkat efisiensinya menjadi 4,7-4,3 liter per 100 km dan tingkat efisiensi gabungannya 5,1-4,7 liter per 100 km.
Di sisi lain masih ada BMW X3 xDrive28i yang mampu menampilkan tingkat efisiensi 9,3-8,7 liter per 100 km di dalam kota. Untuk di tengah kota tingkat efisiensinya menjadi 6,3-5,9 liter per 100 km dan tingkat efisiensi gabungannya 7,4-7,0 liter per 100 km tanpa mengabaikan kekuatan mesin yang mampu mencapai 180 kW/245 hp.
Ada lagi BMW X3 xDrive35i yang meski mampu menyemburkan tenaga 225 kW/306 hp tapi masih mampu irit. Model ini mampu menampilkan tingkat efisiensi 10.7 liter per 100 km di dalam kota dengan 6.9 liter per 100 km di tengah kota. Tingkat efisiensi gabungannya 8.3 liter per 100 km.
2. Mesin
|
|
BMW mengklaim kalau teknologi BMW TwinPower Turbo telah menjadi jaminan performa mumpuni tapi dengan konsumsi bahan bakar rendah dan telah memenuhi standar emisi Euro6.
Untuk X3 tipe xDrive20d yang menggendong mesin diesel terbaru BMW diklaim memiliki tingkat efisiensi 5,8-5,4 liter per 100 km di dalam kota. Untuk di tengah kota tingkat efisiensinya menjadi 5,1-4,8 liter per 100 km dan tingkat efisiensi gabungannya 5,4-5,0 liter per 100 km.
Mesin itu sendiri mampu melahirkan tenaga lebih dari pendahulunya. Bila sebelumnya bertenaga 135 kW/184 hp, kini menjadi 140 kW/190 hp namun dengan konsumsi bahan bakar versi transmisi otomatis yang 7,1 persen lebih rendah dari pendahulunya.
Sementara BMW X3 sDrive18d memiliki kekuatan 110 kW/150 hp namun dengan tingkat efisiensi 5,8-5,4 liter per 100 km di dalam kota. Untuk di tengah kota tingkat efisiensinya menjadi 4,7-4,3 liter per 100 km dan tingkat efisiensi gabungannya 5,1-4,7 liter per 100 km.
Di sisi lain masih ada BMW X3 xDrive28i yang mampu menampilkan tingkat efisiensi 9,3-8,7 liter per 100 km di dalam kota. Untuk di tengah kota tingkat efisiensinya menjadi 6,3-5,9 liter per 100 km dan tingkat efisiensi gabungannya 7,4-7,0 liter per 100 km tanpa mengabaikan kekuatan mesin yang mampu mencapai 180 kW/245 hp.
Ada lagi BMW X3 xDrive35i yang meski mampu menyemburkan tenaga 225 kW/306 hp tapi masih mampu irit. Model ini mampu menampilkan tingkat efisiensi 10.7 liter per 100 km di dalam kota dengan 6.9 liter per 100 km di tengah kota. Tingkat efisiensi gabungannya 8.3 liter per 100 km.
3. Fitur
|
|
Untuk hiburan dan konektifitas, ada BMW ConnectedDrive yang memberikan Controller iDrive dengan touchpad yang terintegrasi untuk melakukan input teks menggunakan gerakan jari, Parking Assistant, full-colour BMW Head-Up Display, anti-dazzle High Beam Assistant dan Driving Assistant Plus.
Tidak hanya itu, fitur Lane Departure Warning, Active Cruise Control with Stop & Go function serta preventive pedestrian protection juga sudah ada.
Dengan teknologi BMW ConnectedDrive, BMW X3 juga bisa terhubung ke Real Time Traffic Information (RTTI), layanan Concierge Services dan Intelligent Emergency Call hingga akses ke media sosial seperti Facebook dan Twitter sampai AUPEO! internet radio dan music platforms seperti Napster dan Deezer.
3. Fitur
|
|
Untuk hiburan dan konektifitas, ada BMW ConnectedDrive yang memberikan Controller iDrive dengan touchpad yang terintegrasi untuk melakukan input teks menggunakan gerakan jari, Parking Assistant, full-colour BMW Head-Up Display, anti-dazzle High Beam Assistant dan Driving Assistant Plus.
Tidak hanya itu, fitur Lane Departure Warning, Active Cruise Control with Stop & Go function serta preventive pedestrian protection juga sudah ada.
Dengan teknologi BMW ConnectedDrive, BMW X3 juga bisa terhubung ke Real Time Traffic Information (RTTI), layanan Concierge Services dan Intelligent Emergency Call hingga akses ke media sosial seperti Facebook dan Twitter sampai AUPEO! internet radio dan music platforms seperti Napster dan Deezer.
Halaman 2 dari 8












































Komentar Terbanyak
Pasutri Ngerokok di Motor sambil Bawa Bayi-Ditegur Ngamuk, Endingnya Begini
Mobil China Bikin Mata Konsumen Indonesia Jadi Terbuka
Kenapa Pemotor yang Ngerokok Susah Dibilangin?