Keputusan yang dikeluarkan The Departement of Transportation (DOT) dan National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) di Amerika, mewajibkan kendaraan harus memiliki teknologi tersebut dimasa depan.
Ide dasar dari teknologi terbaru ini mewajibkan setiap kendaraan memberikan data kepada mobil lainnya. Seperti seberapa cepat mobil tersebut tengah melaju, memberitahukan posisi kendaraan hingga ratusan meter kepada mobil lain yang ada disekitarnya. Seperti dilansir autoblog, Selasa (4/2/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Peringatan awal yang akan ditunjukan V2V bisa membantu pengendara untuk mengurangi potensi kecelakaan hingga 70-80 persen," ujar US Transportation Secretary Anthony Foxx.
Harapan besar jelas disampaikan NHTSA akan kebijakan yang mengatur adanya sebuah teknologi baru untuk setiap kendaraan masa depan ini.
"Saya percaya bahwa teknologi V2V ini akan mewakili kemajuan transportasi jalan raya, dan ini sangat tepat untuk pengembangan sistem dijalan raya," HTSA Acting Administrator David Friedman.
Sayang belum dipastikan kapan waktu yang tepat untuk bisa menerapkan teknologi terbaru kali ini. Namun kemungkinan peraturan terbaru ini baru akan terlaksana setelah mendapat persetujuan setiap produsen otomotif.
(lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Kapan Potongan Ojol 8% Mulai Berlaku?