Direktur Marketing PT KIA Mobil Indonesia (KMI), Hartanto Sukmono mengatakan kalau kenaikan kurs dolar AS sangat mempengaruhi cost yang harus dikeluarkan oleh KMI karena mobilnya diimpor.
"Kenaikan dolar Amerika membuat cost naik. Masalahnya kompetisi di Indonesia ketat, jadi tidak bisa serta merta menaikkan harga. Karena, apakah konsumen siap dengan kenaikan itu atau tidak," ujarnya dalam media gathering di Jakarta, Rabu (29/1/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk kenaikan harga, sebenarnya sudah kita lakukan di November, Desember, Januari lalu. Mungkin naiknya tidak banyak. Naik cuma Rp 1 juta, 2 juta. Mungkin nanti masih akan naik lagi, tapi tidak akan besar," tandasnya.
KIA sendiri tahun lalu menjual 12.121 mobil di 2013 lalu. Di 2014 ini, merek Korea Selatan ini pun yakin kalau penjualan mobil mereka bisa terus meningkat. Tahun ini mereka memasang target 12.500 unit.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Kapan Potongan Ojol 8% Mulai Berlaku?