Bagaimana tanggapan PT Nissan Motor Indonesia (NMI) mengingat beberapa produk Nissan masuk dalam kategori ini?
"Kalau di segmen itu mau berapa saja dibayar. Beda dengan segmen Rp 100- Rp 200 juta," tegas Sales President Product Planning, After Sales, Dealer, Development and Customer Satisfaction PT Nissan Motor Indonesia (NMI) Teddy Irawan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebab di segmen kendaraan CBU dengan kapasitas mesin di atas 3.000 cc yang dilihat hanya suka atau tidak suka, bukan dari faktor harga tinggi. Berapa pun harga mobil, kalau konsumen tertarik pasti kendaraan tersebut akan diboyong.
"Kalau di level itu, biasanya kalau melihat mobil itu mau beli atau tidak beli, suka atau tidak suka. Di segmen itu tidak terganggu lah," yakin Teddy.
Teddy memaparkan kalau NMI tidak pusing dengan segmen mobil CBU mesin di atas 3.000 cc. Pasalnya kontribusi NMI banyak disokong dari kendaraan mesin 1.500 sampai 2.000 cc.
"Untuk segmen itu tidak terlalu banyak. Bukan sebagai volume kontributor. Volume kontributor masih tetap mesin 1.500 cc," ucapnya.
"Dengan kenaikan PPnBM untuk CBU di atas 3.000 tidak banyak. Saya tidak percaya volumenya akan turun drastis dan kolaps, kalau pun ada koreksi ya paling tidak banyak. Seperti Elgrand yang paling banyak 2.500 cc. Dan yang 3.000 paling cuma 20-30 unit per tahun," yakinnya.
(ikh/ddn)












































Komentar Terbanyak
Pemerintah Ancam Cabut Izin Gojek-Grab Andai Tak Patuhi Komisi 8%
Viral Pengemudi Calya Ngamuk, Patahkan Spion-Wiper Mini Cooper
Pemilik Kendaraan yang Belum Bayar Pajak Didatangi Petugas Samsat