Kejadian itu terjadi di San Diego, Amerika Serikat saat akhir tahun lalu seorang wanita yang sedang mengemudi ditilang oleh polisi karena memakai Google Glass saat berada di belakang kemudi mobil.
Nama wanita itu adalah Ceceila Abadie yang ditilang oleh California Highway Patrol. Negara bagian California memang memiliki aturan yang menghukum para pengendara yang mengalihkan perhatiannya ke televisi atau konsol tengah saat mengemudi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi di pengadilan, Komisaris John Blair, menurut The Telegraph memutuskan bahwa Cecilia Abadie tidak bersalah karena petugas tidak bisa membuktikan kalau perangkat Google Glass yang dikenakan oleh Abadie sedang diaktifkan atau tidak.
Namun, walau display Google Glass sendiri terletak di atas mata kanan, dan tidak langsung memblok pandangan, Blair mengatakan kalau aturan yang menghukum para pengendara yang mengalihkan perhatiannya ke televisi atau konsol tengah saat mengemudi bisa diperluas untuk para pengguna Google Glass.
Google sebenarnya sudah memperingatkan penggunanya mengenai pelanggaran lalu litas ini dalam Google Glass FAQ.
Sebelumnya, Mercedes-Benz juga sudah mengumumkan kalau mereka tertarik untuk mengintegrasikan sistem infotaiment mobil mewah mereka dengan Google Glass. Hanya saja, merek Jerman ini tidak ingin Google Glass digunakan saat pengendara sedang menyetir.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Prabowo Mau Buka Pabrik Mobil di RI: Kenapa Kita Jadi Pasar Mobil Orang Lain?
Prabowo Sebut Semua Mobil-motor Bakal Pakai Listrik, Orang Kaya Isi Bensin
Pujian Media Asing Buat Veda Ega Pratama usai Cetak Sejarah di Moto3