"Ada rencana. Pemakaian gas itu di Indonesia justru Blue Bird pertama kali. Di 1985 kita pakai selama 1 tahun," kata President Director Blue Bird Group, Purnomo Prawiro, di Hotel Ritz Carlton, Jakarta, Kamis (16/1/2013).
Purnomo menuturkan taksi gas memiliki kendala yakni kurangnya Stasiun Pengisian Bahan Bakar Gas (SPBG) di Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faktor lain adalah lamanya pengisian tangki gas. Untuk pengisian 1 mobil, bisa membutuhkan 3-5 menit.
"Satu jam hanya bisa 20 mobil. Kalau 1 pool 500 mobil, bayangin berapa lama. Memang dengan pemakaian CNG, juga lebih ke arah bantu lingkungan hidup. Bahkan di luar negeri bisa lebih murah hanya 1/3 harga bensin," tambahnya.
Namun Purnomo mencoba untuk berusaha mewujudkan taksi BBG. "Mudah-mudahan bisa tahun ini. kita terus coba implementasi. Opsinya, bikin stasiun pengisian di pool sendiri, dan sedang dibicarakan," ujarnya.
"Di Palembang jalan kok (Blue Bird Palembang). Sedang ada survei, dari pemerintah, Toyota, dan kita. Karena kita tetap ingin warranty kendaraan tetap ada. Karena kalau dianggap sebagai penambahan equipment, kita nggak mau. Warranty bisa hilang karena dianggap modifikasi. Kami masih bicara dengan Toyota soal ini," tutupnya.
(lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Biar Dapet Rp 10 Juta/Bulan, Ojol Harus Ambil Berapa Orderan?
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu