Manajer perencanaan produk Chrysler wilayah Asia-Pasifik, Steve Bartoli mengakui kalau Jeep sebagai merek yang terkenal akan mobil off-road harus tetap mempertahankan pilar tradisional mereka agar mampu melahap berbagai medan ekstrim.
Namun, teknologi-teknologi terkini harus mereka pikirkan, terlebih peraturan ambang batas emisi di banyak negara membuat Jeep bakal terdesak di masa depan bila terus seperti ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski begitu, Bartoli mengatakan kalau Jeep mengakui potensi manfaat yang ditawarkan oleh motor listrik, terutama untuk menambah torsi kendaraan. DIa juga mengatakan kalau perusahaan sedang mengevaluasi cara-cara baru untuk mengintegrasi teknologi hybrid ke four-wheel drive dengan serius.
"Ada banyak kesempatan di sana," katanya.
Satu hal yang saat ini menjadi kendala, menurut Jeep masalah kehandalan motor listrik dan baterai, terutama ketika disiksa dalam kondisi yang ekstrem. "Kami selalu ingin memastikan Jeep bisa pulang," ujarnya.
"Ini adalah sistem yang sangat kompleks dan mahal, bukan hanya bagi kita yang mengembangkan, tetapi bagi konsumen. Tidak hanya itu, tapi (baterai) adalah masalah yang sangat penting dan kita perlu memastikan kita bisa masuk ke dalam sistem kami. Itu karena Anda tidak ingin terjebak dalam sebuah sungai di sebuah Jeep listrik," lugasnya.
"Ini masih merupakan masalah besar, sehingga kita perlu memahami sedikit lebih (dalam)," katanya.
(syu/lth)












































Komentar Terbanyak
Awas Kaget! Segini Pajak BYD Atto 1 Bila Tak Lagi Dapat Insentif
Naik Gila-gilaan! Intip Perbandingan Harga BBM RON 98 di RI Vs Negara ASEAN
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi