Pasalnya mobil tersebut tidak sesuai dengan undang-undang lalu lintas di Amerika Serikat. UU lalu lintas di AS mengharuskan setiap mobil yang beredar harus memiliki kaca spion samping.
Sementara itu Volkswagen XL1 tidak memiliki kaca spion samping. Volkswagen XL1 menggunakan kamera samping yang terintegrasi dengan layar di interior untuk melihat mobil yang datang dari belakang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Itu (XL1) tidak pernah dirancang untuk pasar AS," kata Mark Gillies dilansir forbes.
Gillies pun menyadari jika mobil 2 penumpang ini terbentur dengan undang-undang lalu lintas Amerika Serikat. Untuk bisa masuk pasar mobil Amerika Serikta, Volkswagen XL1 harus memiliki kaca spion samping.
Volkswagen XL1 disokong mesin TDI dengan dua silinder berkekuatan 48 PS dengan motor listrik berkekuatan 27 PS. Tenaga listrik yang disimpan di baterai lithium ion itu kemudian dipadukan dan disalurkan melalui transmisi 7-speed dual clutch gearbox (DSG).
Dengan begitu, 12,7 detik adalah waktu yang dibutuhkan mobil ini untuk berakselerasi dari diam sampai 100 km/jam dan melaju hingga kecepatan puncak di angka 160 km/jam.
Dimensi mobil ini lebih pendek dibanding Polo, tapi juga lebih rendah dari Porsche Boxster karena VW XL1 memiliki dimensi panjang 3.888 mm, lebar 1.665 mm dan tingga hanya 1.153 mm.
Menurut rencana, VW akan memproduksi mobil ini dalam jumlah terbatas di pabrik Osnabrueck di Jerman.
(ikh/ady)












































Komentar Terbanyak
Nasib! Harga BBM Naik, Mobil Listrik Malah Nggak Gratis Pajak Lagi
Isi Surat Edaran Mendagri, Minta Gubernur Se-Indonesia Bebaskan Pajak EV
Provinsi yang Bakal Kenakan Pajak buat Mobil-Motor Listrik