Direktur Corporate Planning & External Affairs PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) I Made Dana menjelaskan kalau Toyota pada dasarnya siap membantu apa pun kebijakan pemerintah.
"Untuk niat menggalakkan pakai gas, kita buatkan prototipe Limo yang pakai CNG," ujarnya di Japan Indonesia Expo di Kemayoran, Jakarta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tangki tersebut kemudian menyalurkan gas melalui pipa terbuat dari steel tube khusus (double ferrul) tahan korosi dan anti bocor yang mengarah ke regulator dan katup tekanan yang di desain khusus di mesin. Jika ada kebocoran, gas akan berhenti tersalur secara otomatis.
"Namun ada 3 hal yang harus diperhatikan oleh pemerintah agar niat sosialisasi gas ini sukses. Pertama infrastruktur harus dipersiapkan, maksudnya SPBG harus diperbanyak," katanya.
"Lalu kedua, pemerintah harus buat regulasi yang jelas. Biar jelas bagaimana standar teknisnya bagaimana, standar safetynya bagaimana. Lalu yang terakhir, buat disparitas antara gas dan bensin yang cukup tinggi agar mau pindah ke gas," lugasnya.
Saat ini, harga gas berada di angka Rp 5.600 per lsp sementara bensin Rp 6.500.
"Mobil ini kita kembangkan selama 2 tahun. Untuk tahap awal, kita akan ikut langkah pemerintah dulu," lugasnya.
Sebelumnya di bulan Agustus lalu, Toyota sudah mengumumkan kalau mereka mulai memproduksi prototipe BBG untuk kendaraan pribadi.
"Sudah mulai produksi dalam bentuk prototipe. Untuk tahap awal untuk perusahaan taksi. Intinya, kita siap membantu program pemerintah untuk menurunkan subsidi BBM," kata General Manager External Affairs PT Toyota Motors Manufacturing Indonesia (TMMIN), Irwan Priyantoko
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Biar Dapet Rp 10 Juta/Bulan, Ojol Harus Ambil Berapa Orderan?
Perpanjang STNK Tahunan dan 5 Tahunan, Duitnya Buat Apa?
Permintaan Maaf Pemobil yang Konvoi Zig-zag di Tol Becakayu