Pemilu, Penjualan Mobil Tetap Bergairah

Pemilu, Penjualan Mobil Tetap Bergairah

Muhammad Ikhsan - detikOto
Rabu, 18 Des 2013 11:31 WIB
Pemilu, Penjualan Mobil Tetap Bergairah
Jakarta - Banyak kalangan memprediksi penjualan mobil tahun depan diperkirakan akan mengalami penurunan. Penyebab utama adanya pemilihan umum (pemilu) 2014 dan kenaikan harga jual kendaraan di awal tahun.

Tetapi menurut kacamata Toyota, penjualan mobil tahun depan akan tetap bergairah, setidaknya menyamai penjualan mobil tahun ini sekitar 1,2 juta unit.

"Kita pernah bicara dengan ekonom. Kondisi ekonomi lagi jelek. Menurut pakar karena pengaruh dari ekonomi luar. Tetapi kita tertolong menjadi sama dengan tahun ini. Itu, karena ada pemilu. Ekonomi bergerak," yakin GM Corporate Planning and Public Relation PT TAM, Widyawati Soedigdo.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Widya, pemilu 2014 justru bakal menggerakkan roda perekonomian masyarakat. Salah satu contoh adalah bisnis konveksi baju, dimana mempengaruhi konsumen beli kendaraan.

"Kita lihat dari tahun tahun lalu, pemilu itu jumlah uang yang beredar akan banyak. Nah itu menggairahkan ekonomi. Banyak orang ini bikin kaos. Kayaknya kecil tapi itu penggerak ekonomi," tukas Widya.

Seperti yang dikatakan Widya, tidak hanya Toyota yang 'kecipratan' rejeki dengan datangnya pemilu 2014. Merek mobil lain juga akan mengalami kondisi serupa.

Untuk Toyota, diyakini Widya adalah kendaraan keluarga MPV Avanza yang bakal laris manis, karena harganya yang relatif terjangkau masyarakat.

"Semua (merek) sama saja. Tapi untuk Toyota selalu Avanza," celetuk Widya.

Terlihat dari pasar otomotif Indonesia 2014 yang masih akan berkembang, TAM membidik market share 36 persen dari total penjualan 1,2 juta unit di tahun depan.

"Target kita, kita melihat market akan sama dengan tahun ini. Berarti more less Toyota juga akan sama. Target kita tetap 36 persen dari total market, dengan market 1,2 juta," tutupnya.

Sebelumnya PT Astra Honda Motor juga memprediksi penjualan motor bisa naik 10 persen saat pemilu.

"Biasanya kalau pemilu suka nambah 10 persen biasanya," ujar Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor Margono Tanuwijaya

(ikh/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads