Penjualan tersebut menutup satu bab penuh gejolak dalam sejarah industri otomotif Amerika dan memungkinkan produsen mobil terbesar di AS itu lepas dari olok-olok berbagai pihak yang memelintir nama GM menjadi Government Motors.
Menteri Keuangan AS Jacob J. Lew mengatakan kalau pemerintah AS akan menjual sisa saham terakhir pemerintah yang pernah memegang 60 persen saham di GM. Meski begitu, pemerintah harus kehilangan sekitar US$ 10 miliar karena perubahan nilai saham.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Selesai, jalan panjang dan sulit dengan label Goverment Motors," ujar Presiden GM Amerika Utara Mark L. Reuss.
Masuknya pemerintah AS ke GM bermula pada lima tahun lalu saat Presiden George W. Bush memutuskan membuat pinjaman darurat untuk mencegah keruntuhan keuangan dari GM dan Chrysler saat resesi ekonomi terjadi dimana kedua grup itu menyatakan kemungkinan untuk bangkrut. Kemudian, pada tahun 2009, Presiden Obama melakukan upaya kembali untuk menyelamatnyanya.
Pemerintah AS menghabiskan lebih dari US$ 80 miliar menjadi menyelamatkan GM, Chrysler dan pemasok mereka. Chrysler sendiri sudah melunasi utang mereka di 2011 lalu. Produsen mobil lain, Ford, selamat dari resesi tanpa bantuan keuangan langsung dari Washington.
Intervensi yang agresif Presiden Bush dan Presiden Obama terkait industri otomotif itu dianggap diperlukan untuk mencegah kemacetan total industri yang menjadi salah satu sektor manufaktur terbesar dalam perekonomian Amerika.
Sebuah laporan yang dirilis baru-baru memperkirakan bahwa bailout pemerintah itu telah membantu menyelamatkan 1,2 juta pekerjaan di Amerika Serikat, termasuk pekerjaan dengan pemasok dan dealer.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Merasa Jago Nyetir? Buktikan di Kuis Ujian 'SIM' DetikOto, Ada Hadiahnya!
Intip Garasi Gubernur Terkaya di RI yang Hartanya Tembus Rp 900 Miliar
Opsen Mencekik! Muncul Gerakan Setop Bayar Pajak Kendaraan