Keamanan Mobil Kian Dipertanyakan

Keamanan Mobil Kian Dipertanyakan

Syubhan Akib - detikOto
Kamis, 05 Des 2013 12:32 WIB
Keamanan Mobil Kian Dipertanyakan
dok istimewa
Washington - Pertarungan teknologi di masa depan diprediksi akan bergeser dari gadget ke otomotif. Mobil era sekarang pun sudah mulai terkomputerisasi. Hal ini membawa bahaya tersendiri, terlebih bila para hacker sudah mengalihkan perhatiannya untuk menyerang kendaraan.

Karena itu, seorang senator AS telah meminta 20 produsen mobil terbesar di dunia untuk memberi informasi tentang bagaimana mereka mengamankan kendaraan mereka dari serangan cyber.

Senator Edward Markey itu meminta perusahaan untuk menanggapi serangkaian pertanyaan termasuk bagaimana mereka menguji komponen elektronik dan jaringan nirkabel untuk memastikan bahwa penyerang tidak dapat mendapatkan akses ke jaringan onboard kendaraan.

Dia kemudian mengutip penelitian terbaru dimana para ahli keamanan telah menemukan kerentanan cyber sebuah mobil yang mereka katakan bisa membuat hacker mengeksploitasi mobil tersebut dan bisa membuat mobil mengalami kecelakaan.

Sang senator juga bertanya bagaimana langkah-langkah para pembuat mobil untuk memastikan bahwa privasi informasi yang dikumpulkan oleh sistem komputer mobil bisa terus terjaga dengan baik.

"Kendaraan menjadi lebih terintegrasi dengan teknologi nirkabel, ada lebih banyak jalan yang bisa dilalui di mana seorang hacker bisa memperkenalkan kode berbahaya dan jalan di mana hak dasar provasi pengemudi bisa dikompromikan," kata Markey dalam surat yang tertanggal 2/12 itu seperti dikutip Reuters.

"Ancaman ini menunjukkan perlunya kebijakan keamanan kendaraan yang kuat untuk menjamin keamanan dan privasi pengendara bangsa kita," tambahnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Para penerima surat Senator itu adalah berbagai raksasa otomotif dunia termasuk BMW, Chrysler Group LLC, Ford Motor Co, General Motors Co, Mazda Motor Corp, Toyota Motor Co dan Volkswagen AG.

The Auto Alliance, sebuah kelompok industri yang anggotanya termasuk tujuh perusahaan tadi langsung merilis sebuah pernyataan pada hari Selasa dengan mengatakan bahwa mereka akan meninjau surat tersebut.

"Insinyur otomotif menggabungkan solusi keamanan ke dalam kendaraan dari tahap pertama desain dan produksi, dan pengujian keamanan mereka tidak pernah berhenti," kata kelompok itu dalam pernyataannya.

"Hardware Kendaraan telah built-in fitur keamanan yang membantu melindungi sistem keamanan kritis, dan sistem kontrol otomatis terisolasi dari fungsi komunikasi berbasis seperti navigasi dan radio satelit," tambah mereka.

Kekhawatiran bahwa hacker bisa menyerang mobil sendiri telah berkembang selama beberapa tahun belakangan. Pada 2010 sekelompok ilmuwan Amerika membuat industri otomotif terkejut karena mereka bisa membuat virus yang bisa mengendalikan komputer mobil untuk menjalankan rem mobil, lampu, kunci dan sistem lainnya.

Setahun kemudian para peneliti yang sama mengidentifikasi cara untuk menginfeksi mobil melalui Bluetooth dan sistem nirkabel lainnya dari jarak jauh. Tahun ini, ada peneliti yang juga bisa memaksa Toyota Prius untuk mengerem mendadak saat mobil itu berlari pada kecepatan 128 km/jam. Peneliti juga berhasil mengendalikan kemudi mobil dan membuat mobil berlari lebih cepat dari seharusnya.

Peneliti juga berhasil membuat rem Ford Escape tidak berfungsi yang membuat mobil terus bergerak tidak peduli seberapa keras pengemudi menekan pedal.

Hasilnya, Badan Keselamatan Lalu Lintas dan Jalan Raya Amerika atau National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) langsung memulai program riset keamanan kendaraan.

(syu/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads