Kali ini road show dilakukan di Yogyakarta dan Kampus Universitas Gadjah Mada (UGM).
Sebelum melakukan road show di UGM, Kemenristek menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan berbagai kalangan baik akademisi, Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) dan berbagai komunitas di Yogyakarta mengenai kendaraan massal berbasi listrik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Banyak pihak yang digandeng Kemenristek untuk program ini diantaranya para akademisi, pelaku bisnis, pemerintah, komunitas dan media.
Seusai beramah-tangan dengan Rektor UGM, Prof Dr Pratikno, Menristek sempat mencoba beberapa mobil listrik jenis city car, sport seperti Selo dan mobil listrik bis yang mampu mengangkut 17 orang penumpang. Hatta dan Pratikno sempat mencoba mobil listrik Selo berkeliling sekitar kampus di kompleks Bulaksumur.
"Kendaraan berbasis listrik itu bagus, tidak ada pencemaran," ungkap Menristek, Gusti Muhammad Hatta kepada wartawan di Kantor Pusat UGM seusai uji coba mobil listrik, Jumat (22/11/2013).
Hatta mengatakan Kemenristek mendorong terwujudnya kendaraan massal berbasis listrik sehingga bisa segera dinikmati masyarakat banyak. Hingga saat ini, tahapan pengembangan mobil listrik nasional sudah memasuki tahap prototipe.
"Kita terus bekerja untuk pembuatan mobil listrik dan tidak hanya sampai prototipe saja tapi harus bisa diproduksi massal," ungkap Hatta.
Menurutnya baik spesifikasi, teknologi dari mobil prototipe ini sudah berada pada tingkat kesiapan teknologi TRL-7 atau level 7. Kemenristek dan pihak-pihak terkait tengah melakukan langkah-langkah hingga tahapan TRL-9 hingga kendaraan tersebut sudah siap untuk diproduksi.
Sebelum diproduksi massal lanjut Hatta, mobil llistrik yang dikembangkan saat ini sudah melalui uji mesin di laboratirum namun untuk mengetahui kemampuan mobil di jalan raya perlu dilakukan rangkaian ujicoba yang lebih banyak lagi.
Menurutnya yang menjadi kendala adalah teknologi baterai yang dianggapnya perlu dikembangkan lebih baik lagi.
Oleh karena itu, ia menggandeng peneliti otomotif dari kalangan Perguruan Tinggi untuk mendukung riset baterai mobil listrik nasional.
Rektor UGM Prof Dr Pratikno mengatakan UGM saat ini tengah mengembangkan riset mengenai teknologi baterai untuk memenuhi kebutuhan mobil listrik.
"Yang dikembangkan peneliti UGM bagaimana bisa menghasilkan baterai ukuran lebih kecil, ringan dan memiliki kapasitas energi lebih lama," kata Pratikno.
Pratikno menegaskan, penelitian tentang baterai mobil listrik ini sudah memasuki tahap akhir penelitian, rencananya pada tahun 2014 UGM akan meluncurkan teknologi baterai mobil listrik buatan UGM sendiri.
"Kami berharap riset baterai bisa jadi lompatan baru teknologi, sehingga bisa bersaing dengan produk internasional," katanya
Sementara itu salah satu putera petir yang mempelopori pembuatan mobil listrik Dasep Ahmadi mengungkapkan untuk mewujudkan terciptanya kendaraan massal berbasis listrik saat ini membutuhkan partisipasi dari semua pihak termasuk masyarakat. Bila secara nasional semua pihak mendukung akan lebih cepat terwujudnya mobil listrik.
"Dukungan ini yang kita butuhkan. Jangan sampai kemudian putus ditengah jalan. Tahun 2014 kami berharap dapat mulai diproduksi secara terbatas," kata Dasep.
(bgs/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB
Penjualan Mobil di Indonesia Nyaris Disalip Malaysia, Menperin: Ini Alarm!