Tiap bulan Beijing sejak tahun 2011 hanya mengeluarkan sekitar 20.000 izin kendaraan baru. Masyarakat yang ingin membeli mobil harus lebih dahulu mendaftarkan namanya untuk kemudian diundi tiap bulan siapa yang berhak mendapat izin dan pelat nomor.
Alhasil, banyak warga Beijing yang sudah memiliki uang belum bisa memiliki mobil karena namanya tidak keluar di undian bulanan itu. Langkah pembatasan juga dilakukan oleh pemerintah Shanghai dan Guangzhou. Hanya saja di sana bukan sistem undian atau lotere yang diterapkan, tapi lelang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beijing akan mengurangi jumlah tahunan pelat nomor baru menjadi hanya 150.000 pada tahun 2014 dari 240.000 yang dilakukan sekarang.
Bahkan langkah itu menurut rencana bukanlah yang terakhir. Karena pada tahun 2017 pemerintah berencana hanya akan mengeluarkan 90.000 pelat nomor dan izin untuk kendaraan bermesin konvensional karena sisanya ingin diberikan pada kendaraan ramah lingkungan.
"Mereka memiliki target untuk mengontrol jumlah total kendaraan sebanyak 6 juta , sehingga mereka harus mengurangi jumlah kendaraan yang terdaftar setiap tahun," kata John Zeng, peneliti di LMC Automotive.
"Ini akan membuat penjualan di kota-kota lebih sulit," tambahnya.
Selain pembatasan izin kendaraan baru, Beijing dikabarkan juga tengah merumuskan rencana untuk membatasi jumlah kendaraan komersial besar dan mempelajari mekanisme pajak kemacetan lalu lintas.
(/)











































Komentar Terbanyak
Segini Hematnya Pakai Motor Listrik, Bisa Nabung Belasan Juta Rupiah!
Viral Sopir Alphard Tak Terima Ditegur Satpam usai Terobos Lampu Merah
Pemprov 'Kehilangan' Rp 2 Triliun, Pajak Mobil Listrik Rp 0 Perlu Ditinjau