Menyelami Selo, 'Ferrari' Kebanggaan Dahlan

Menyelami Selo, 'Ferrari' Kebanggaan Dahlan

- detikOto
Selasa, 05 Nov 2013 11:30 WIB
Menyelami Selo, Ferrari Kebanggaan Dahlan
Jakarta - Penampilan mobil listrik Selo sekelas Ferrari di Parkir Timur Senayan, Jakarta cukup mengagetkan masyarakat Jakarta.

Sepintas, kendaraan listrik ini mirip dengan mobil super asal Eropa, namun terciptanya mobil berbalur warna kuning ini cuma lewat tangan anak bangsa di rumah modifikasi Kupu-kupu Malam Yogyakarta. Salah satu Manager Kupu-kupu Malam, Kunto Wibisono mengatakan butuh waktu 6 bulan untuk menciptakan Selo dan 2 bulan rekayasa, jadi total 8 bulan.

"Waktu 6 bulan mengerjakan Selo. Maret sampai April 2013 proses didesain. Start produksi Mei 2013 dan selesai Oktober 2013," kata Manager Kupu-kupu Malam, Kunto Wibisono ketika ditemui detikOto, Senin (4/11/2013). Penasaran dengan mobil listrik Selo, simak ulasannya.

Eskterior

Eksterior Selo memang didesain sejak pada Maret-April 2013. Butuh 2 bulan lamanya untuk membuat sketsa mobil tersebut. Setelah itu para punggawa Kupu-kupu Malam sesuai arahan Dahlan Iskan mulai membuat cetakan bodi seara manual, casis untuk meletakkan baterai listrik dan motor listrik berikut gear boksnya.

Untuk diketahui, bodi Selo terbuat dari 100 persen karbon fiber setebal 3-4 milimeter. Ada ukuran 5 mililiter dengan fungsi berbeda. Misalnya di pilar-pilar.

Pilihan menggunakan karbon fiber karena tergolong kuat. Kalau mengalami tabrakan lantas bahan pecah namun masih mengikat satu sama lain. Bodi karbon ini selanjutnya dikaitkan dengan casis ST41 standar pabrikan mobil.

Kunto menjelaskan untuk lampu depan dan belakang custom. Sejauh pemmbuatan bodi tidak mengalami kesulitan.

"Kalau kesulitan mungkin pada komponen. Karena agak susah, komponen sebagai masih kita pakai aplikasi yang ada. Beberapa komponen seperti kaki-kaki masih pakai yang ada dan hanya disesuaikan," ucap Kunto.

Ada satu lagi bagian dari mobil yang harus diperkuat yaitu menggunakan roll frame yang terbuat dari chromoly. Bahan ini berada di dalam pilar. Fungsinya untuk menahan bodi ketika mengalami tabrakan.

Mobil listrik Selo menggunakan pintu gullwing manual. Tidak ada motorized pada mobil tersebut karena memang dipusatkan teknologi mobil listrik.

Interior

Bahan baku karbon fiber juga terlihat di interior mulai dasbor, konsole tengah. Bagian interiornya cukup rapih karena dilapisi kulit hitam.

Pantauan detikOto, interiornya tersemat layar sentuh 7 inci, perseneling (D,R,2,L), speedometer yang menampilkan fuel, volts, mph, rpm, oil, water cooled untuk mendinginkan motor listrik serta pendingin ruangan. Fitur standar lainnya yakni sudah tersemat power steering.

Tersedia tombol untuk menaikkan dan menurukan kaca samping yang bisa diaktifkan lewat tombol di konsol tengah. Selain itu, power mirror bisa didapatkan di sebelah kanan pengendara. Dari segi keamanan, Selo sudah tersemat dual airbag.

Selo hanya dua kursi atau 2+2 kursi (dua di depan dan dua di belakang).

Kaki-kaki

Sebagai penunjang bodinya yang sporti, Selo menggunakan suspensi custom. Sementara busing mengaaplikasikan komponen dari merek lain. Untuk kaki-kaki belakang, Selo menggunakan suspensi MacPherson strut, dan depan model four link.

Penampilan mobil ini semakin sporti dengan ban Accelera 275/35 ring 20 untuk bagian belakang, dan ban Accelera 245/35 ring 20 untuk depan. Sistem pengereman menggunakan disc brake 35 inci depan belakang yang diperkuat dengan kaliper willwood.

Baterai

Mobil listrik kebanggan masyarakat Indonesia ini, menggunakan baterai 360 Volt, 140 ampere buatan Nippres. Motor listriknya berdaya 150 kW setara tenaga 190 Hp yang masih didatangkan dari Amerika lewat produk EV drive.

Kunto mengklaim, jika terisi penuh bisa berjalan sejauh 200 km. Pengisian dari kosong membutuhkan waktu 4 jam dengan quick charger yang menggunakan listrik 3 phase. Kalau menggunakan charger kecil yang hanya 1 phase butuh waktu 8 jam dari kosong hingga terisi penuh.

Kunto memaparkan, untuk kelistrikan masih dibantu oleh Ricky Elson yang selama ini digadang-gadang pria di balik mobil listrik Selo dan Gendhis.

Gerak roda belakang

Selo digerakkan roda belakang, sama seperti mobil super buatan Eropa. Prinsip kerja roda belakang ini digerakkan dari motor yang menyalurkan ke gear boks. Selanjutnya dari gear boks tenaga disalurkan ke roda belakang.

Kaca standar pabrikan mobil

Kaca depan disebut laminasi, dimana 2 kaca dijadikan satu. Sedangkan kaca belakang dan samping disebut tempered yang diakui sesuai standarisasi industri otomotif dunia.

Biaya miliaran rupiah

Total pembuatan mobil listrik Selo ini membutuhkan waktu 8 bulan, 2 bulan sketsa dan 6 bulan produksi. Dana yang dikucurkan senilai Rp 1,5 miliar yang terbagi Rp 400 juta untuk baterai, Rp 300 untuk motor listrik dan sisanya untuk bodi dan kaki-kaki.
Halaman 2 dari 7
(ikh/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads