Ketika diperkenalkan pada 2009, Tata Motors percaya kalau mobil ini akan bisa diterima baik di kampung halamannya, India dan negara-negara sekitar.
Tata berpikir kalau banyak yang membutuhkan mobil murah, namun perkiraan itu salah. Sebab masyarakat ternyata lebih memilih untuk keluar uang lebih banyak demi terhindar dari citra menggunakan mobil murah. Kelas menengah memang ingin mobil murah, tapi tidak ingin mobil yang tampak murahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, ini seperti perjudian. Menurut Wall Street Journal, bila remake gagal mendongkrak penjualan Nano, maka prospek perusahaan bisa suram di India. Terlebih Tata Motors telah merumahkan pekerja dan memotong produksi mereka. Analis mengatakan tanpa kebangkitan permintaan Nano, Tata Motors bisa saja kembali memotong jumlah pekerja tahun depan .
Taruhan Tata Motors pun cukup besar karena merek India ini menghabiskan hampir US$ 400 juta untuk mengembangkan produknya itu dan ratusan juta lain untuk membangun pabrik yang mampu memproduksi 15.000 sampai 20.000 mobil kecil per bulan.
Tapi saat ini penjualan mobil termurah sejagad itu hanya sekitar 2.500 per bulan, anjlok dari puncak penjualan sekitar 10.000 unit di April 2012. Dengan begitu, pabrik di Gujarat itu lebih banyak menganggur, dan lebih banyak dealer Tata yang frustasi di India.
Di September, penjualan Tata di India turun 40 persen dari tahun sebelumnya. Laba bersih kuartal kedua bagi perusahaan secara keseluruhan turun 23 persen year-to-year meskipun ada peningkatan besar dari penjualan Jaguar dan Land Rover.
"Saya pikir, saya akan bijaksana untuk mengatakan bahwa kami tidak khawatir," kata Ankush Arora, kepala bisnis kendaraan penumpang Tata Motors. "Persepsi sulit untuk dirubah dalam semalam. Ini akan butuh beberapa saat," tambah Arora.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Heboh Pajak Mobil-motor di Jateng Tiba-tiba Naik Drastis, Begini Penjelasannya
Bikin Pajak Mobil-motor di Jateng Mahal, Segini Tarif Opsen PKB
Penjualan Mobil di Indonesia Nyaris Disalip Malaysia, Menperin: Ini Alarm!