Padahal ekspor dari Australia merupakan 70 persen dari keseluruhan operasi Toyota di benua kangguru itu. Jadi ketika ekspor menurun, maka perusahaan harus melakukan efisiensi.
"Kami sekarang melihat adanya kesenjangan di pabrik yang harus diperbaiki untuk untuk memastikan investasi kami di masa depan untuk kendaraan generasi berikutnya dan mempertahankan ekspor kami," jelas Presiden Toyota Australia Max Yasuda seperti dilansir Reuters, Selasa (15/10/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Viral Istri Ketinggalan di Rest Area saat Mudik, Diantar Polisi Naik Moge
Asosiasi Ungkap Biang Kerok 'Krisis Ojol' di Jakarta: Biaya Aplikasi Dipotong Gede!
Sindir Mobil Gubernur Rp 8 M, Prabowo: Mobil Presiden Saja Rp 700 Juta