Mobil mungil Aston Martin Cygnet, yang digarap bareng dengan Toyota ternyata mengalami nasib buruk. Penjualan yang tidak berkembang membuat Aston Martin berpikir untuk menghentikan produksi mobil mungil ini.
Seperti dilansir leftlanenews, Senin (30/9/2013), Cygnet diperkenalkan sebagai mobil konsep pada tahun 2010 dan diluncurkan setahun kemudian dalam rangka untuk menurunkan emisi dan meningkatkan penjualan tahunan Aston Martin.
"Saya tidak puas dengan penjualan Cygnet. Kami tidak bisa mengirimkan mobil sebanyak yang diinginkan konsumen karena kami tidak punya stoknya," ujar CEO Aston Martin Ulrich Bez.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cygnet menggendong mesin 1.3 liter 4 silinder yang sama seperti dengan mesin miliki iQ, yang mampu menyemburkan tenaga hingga 97 tenaga kuda.
Meskipun produksi telah dilaporkan berakhir, diler Aston masih memiliki persediaan Cygnet dalam jumlah yang cukup besar, jadi kalau masih berminat, Anda masih bisa mencapatkanya. Dimana mobil mungil ini dibanderol seharga sekitar US$ 51.300. Di Indonesia mobil dijual sekitar Rp 1 miliar.
(lth/ddn)












































Komentar Terbanyak
Menlu Sugiono Ungkap Alasan Presiden Prabowo Bawa Maung di KTT ASEAN Filipina
Wacana KDM Hapus Pajak Kendaraan-Diganti Jalan Berbayar: Biar Adil
Kapan Potongan Ojol 8% Mulai Berlaku?