Sebab infrastruktur belum mendukung program tersebut.
"Jangan terlalu banyak mobil murah. Saya mendukung adanya teknologi baru tapi harus diiringi dengan infrastruktur," ujar Menhub.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menhub mengatakan, infrastruktur di Jabotabek masih sedikit. Hal ini akan menyebabkan jalanan bertambah macet.
"Jangan diborosin terlalu banyak karena infrastruktur kita masih sedikit," kata Menhub.
Menhub menambahkan, MRT juga belum jadi. Kereta Commuter Line juga masih ditata agar lebih baik.
"Sekarang saja sudah macet segitu parah. Jadi sebisa mungkin dikurangi LCGC," ucap dia.
10 Persen LCGC di Jabodetabek
Di tempat yang sama, Dirjen Perhubungan Darat Kemehub Suroyo Alimoeso menyarankan, sebaiknya mobil murah yang dijual di Jabotabek sebesar 10 persen.
"Hendaknya mobil 10 persen saja yang dijual di Jabotabek. Yang lainnya di daerah," kata Suroyo.
Selain kedua pejabat tersebut, Gubernur Jokowi juga pernah menyuarakan nada miring terkait program mobil murah karena menambah macet.
Namun Jokowi tidak berdaya dengan program pemerintah pusat itu. Jokowi akan menyiasatinya dengan Electronic Road Pricing (jalan berbayar elektronis), parkir mahal, dan nomor ganjil-genap.
"Ya berpengaruh (program pengentasan kemacetan), tapi itu kebijakan yang nggak bisa dihambat," kata Gubernur DKI Joko Widodo (Jokowi) di Balaikota, Jakarta Pusat, Rabu (11/9/2013).
Sejauh ini sudah ada beberapa pabrikan yang merilis mobil murah. Yang pertama Toyota-Daihatsu dengan Agya dan Ayla, disusul Honda dengan Brio Satya, serta Nissan yang hari ini akan meluncurkan Datsun. Mobil-mobil ini dijual dengan harga mulai Rp 76 jutaan, sampai Rp 120 jutaan.
Suzuki pun dipastikan akan meluncurkan mobil di beberapa hari ke depan.
(ddn/ddn)












































Komentar Terbanyak
Habis Ngamuk Ditegur Jangan Ngerokok, Pemotor PCX Kini Minta Diampuni
Viral Lexus Berpelat RI 25 Potong Antrean di Gerbang Tol
Kursi Depan JakLingko untuk Prioritas, Tak Semua Orang Boleh Duduk