General Manager PT Tawang Swasti Rawikara, Mahindra, Mizan Allan de Neve menuturkan kalau dalam memodifikasi mobil tersebut, Mahindra dibantu atau bekerjasama dengan 18 perusahaan karoseri yang ada di Indonesia.
"Untuk modifikasi kaca spion, jok dan lain sebagainya kita kurang lebih ada 18 karoseri. Masing-masing karoseri itu memodifikasi mobil Mahindra agar sesuai dengan pasar Indonesia," tutur Mizan saat ditemui detikOto, Rabu (21/8/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena kalau dimodifikasi di India waktunya tidak cukup atau kelamaan karena kita sudah harus launching sesegera mungkin," katanya.
Lalu kapan Mahindra Indonesia akan melakukan prosesi launching untuk umum? Mizan menambahkan kalau prosesi launching untuk umumnya belum ditetapkan kapan waktunya.
"Kita targetnya untuk tahun ini penjualan dulu dan launching itu hanya tradisi saja, justru yang kita lebih prioritaskan adalah supaya si user bisa dapat memiliki mobilnya dulu," katanya lagi.
Jadi, lanjutnya Mahindra di Indonesia akan tetap melakukan launching untuk umum tapi bentuknya berbeda dengan pabrikan lainnya yang selalu meluncurkan produk di hotel-hotel berbintang yang ada di Jakarta .
"Kita akan launching tapi bentuknya bukan dilakukan di hotel mewah, konsep kita beda. Kita konsepnya outdor dan akan dilakukan di tempat-tempat seperti perkebunan, perkebunan," ujarnya.
Fokus di 7 Wilayah Indonesia
Mizan mengatakan untuk memperluas pasar pabrikan mobil asal India ini akan fokus di 7 wilayah.
"Kita akan bagi 7 region diantaranya Jawa, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara. Untuk Nusa Tenggara Timur dan Barat kita satukan di Nusa Tenggara," ujarnya.
Dijelaskannya, di wilayah-wilayah tersebut nantinya akan didirikan beberapa diler Mahindra yang siap melayani konsumennya. Terutama di wilayah Sumatera dan dan Kalimantan yang potensi pasar untuk kendaraan komersial cukup besar.
"Kita sedang koordinasi dengan wilayah-wilayah yang akan menjadi sasaran kita. Terutama di Sumatera dan Kalimantan karena di sana merupakan basis produksi pertambangan dan lain sebagainya yang harus menggunakan mobil yang tangguh," katanya.
(ady/ddn)












































Komentar Terbanyak
Asosiasi Ungkap Biang Kerok 'Krisis Ojol' di Jakarta: Biaya Aplikasi Dipotong Gede!
Katanya Dikembalikan, Gubernur Kaltim Kok Pakai Range Rover Berpelat KT 1?
Provinsi Ini Bolehkan ASN Mudik Pakai Mobil Dinas, Asalkan Bukan buat Pamer