Bukan baret saja yang dialami mobil ini, tapi benar-benar rusak. Tubuhnya penyok dan penuh goresan dengan spion patah. Padahal mobil yang dimiliki oleh Jessica Sawyer ini merupakan hadiah ulang tahun yang diberikan ibunya dan masih baru, belum sampai 1 tahun.
"Lima belas menit setelah saya menyerahkan kunci, saya mendapat telepon dari polisi yang mengatakan kalau mobil ada di sebelah tempat cuci mobil. Ketika saya melihatnya, saya mulai menangis," cerita si pemilik Jessica Sawyer seperti dilansir Daily Mail.
Polisi menjelaskan kalau pegawai tempat cuci mobil di Manchester, Inggris, yang menabrakkannya. Kejadian itu terjadi karena sang pegawai sepertinya tidak bisa pakai mobil bertransmisi otomatis. Sebab dia keliru menganggap pedal gas sebagai pedal rem. Maksud hati untuk mengerem, mobil malah melaju.
Parahnya lagi, sang pegawai langsung lari setelah mengetahui dia menabrakkan mobil mewah nan mahal ini. Sang pemilik tempat cuci pun menolak bertanggung jawab. Untung, asuransi mau menanggung biaya perbaikannya.
"Ketika aku sampai ke tempat cuci mobil hari itu, aku menyerahkan kunci kepada orang yang mencuci mobil di depan saya dan berkata saya akan kembali dalam satu jam. Tapi 15 menit kemudian saya mendapat telepon dari polisi mengatakan mobil berada di samping tempat cuci mobil. Aku kembali dan ketika aku melihatnya aku sangat marah, aku mulai menangis, maka saya marah," jelas Sawyer.
"Polisi di sana mengatakan dia pikir orang yang aku beri kunci saya telah keliru menganggap pedal gas untuk rem karena mobil itu otomatis dan ia telah melihat hal itu terjadi sebelumnya. Tidak ada kerusakan mesin tetapi bodi rusak," tambahnya lagi.
Meski mau menanggung kerusakan, pihak asuransi berkata kalau mereka akan menempuh jalur hukum pada pemilik tempat cuci mobil setelah si pemilik mengklaim pria yang menabrakkan mobil itu bukan karyawannya.
(syu/ddn)











































Komentar Terbanyak
Segini Hematnya Pakai Motor Listrik, Bisa Nabung Belasan Juta Rupiah!
Viral Sopir Alphard Tak Terima Ditegur Satpam usai Terobos Lampu Merah
Pemprov 'Kehilangan' Rp 2 Triliun, Pajak Mobil Listrik Rp 0 Perlu Ditinjau