Pendapatan yang tidak bisa dianggap kecil itu didapat raksasa otomotif Amerika Serikat itu dengan mendaur ulang 90 persen dari limbah manufaktur mereka di seluruh dunia. Mereka memiliki 105 pabrik yang mendaur ulang sampah manufaktur dan menargetkan akan meningkatkannya menjadi 125 pada akhir dekade ini.
Perusahaan yang menaungi merek Chevrolet, Cadillac, Buick dan GMC serta Vauxhall, Holden dan Opel itu juga mendorong pengurangan penggunaan palet kayu dipabriknya.
Di India, Thailand dan Rusia mereka telah menggantikan palet kayu dengan plastik untuk dapat digunakan kembali. Dengan begitu mereka mereduksi 566 ton sampah.
GM juga mengklaim dengan berbagai cara mereka telah mengurangi limbah total di sebuah mobil hingga 25 kg per mobil sejak 2010 lalu.
Untuk mendukung semangat ramah lingkungan, GM juga sudah menggunakan banyak energi terbarukan untuk memasok listrik di pabriknya. Penggunaan gas atau solar hanya 60 MW, setengah dari penggunaan energi terbarukan yang sudha mencapai 125 MW. Taktik ini membuat GM dapat berhemat US$ 66 juta untuk biaya energi.
"Keberlanjutan dapat memberikan peluang pendapatan, penghematan biaya dan mitigasi risiko," tulis GM dalam laporan kegiatannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mereka juga menargetkan dapat mencapai tingkat efisiensi hingga rating 17 km/liter untuk tiap kendaraan mereka pada 2017 serta mereduksi 15 persen emisi yang diproduksi pabrik mereka di AS pada 2016. Produksi emisi di pabrik Opel/Vauxhall juga akan mereka reduksi sampai 27 persen di akhir dekade.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Begini Efek Negatif Impor Mobil Pick Up 105 Ribu Unit Senilai Rp 24 T dari India
Impor Pickup India Disebut Lebih Murah, Segini Harganya
Pick Up 4x4 India Jadi Kendaraan Operasional: Biaya Perawatan Mahal-Suku Cadang Terbatas