Menurut Sekjen Asosiasi Otomotif China Shi Jianhua jika langkah-langkah tersebut bisa dijalankan dengan baik maka akan mengurangi penjualan mobil sebesar 400.000 unit. Tapi apakah pembatasan tersebut akan berjalan efektif?
Seorang analis memperkirakan bahwa setiap penurunan penjualan mobil di suatu wilayah tertentu maka akan diimbangi oleh peningkatan di tempat lain di pasar itu sendiri, apalagi China memiliki banyak kota.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika 25 kota dengan situasi lalu lintas yang parah di China maka hanya akan mempengaruhi penjualan mobil GM sekitar 2 sampai 3 persen saja," timpal Kepala Operasi GM di China, Bob Socia seperti dikutip dari inautonews.
Tak hanya itu, penjualan mobil juga akan mengarah ke kota-kota kecil di China. Jadi pembatasan penjualan ini belum tentu memecahkan masalah kemacetan dan kualitas udara, terutama jika pemerintah China membendung semua penjualan mobil di setiap kotanya
(ady/ddn)











































Komentar Terbanyak
Viral Sopir Alphard Tak Terima Ditegur Satpam usai Terobos Lampu Merah
Pemprov 'Kehilangan' Rp 2 Triliun, Pajak Mobil Listrik Rp 0 Perlu Ditinjau
Penjelasan Polisi soal Alphard yang Terobos Zebra Cross di HI Nunggak Pajak