Pemotongan sebesar US$ 4.000 atau sekitar Rp 40 juta itu dilakukan Ford untuk menjaga mobilnya tetap kompetitif di pasar Amerika Serikat, terlebih setelah di awal tahun Nissan telah memotong harga mobil listrik mereka, LEAF sampai US$ 6.500.
Tapi tetap saja, bagi banyak pengamat pemotongan harga ini malah akan merusak pasar. "Ford kemungkinan besar melihat kesuksesan LEAF menyusul pemotongan harga dan ingin menerapkan strategi yang sama," kata Jessica Caldwell, analis senior Edmunds dikutip dari USA Today, Jumat (12/7/2013).
"Persaingan pasar bukanlah kekuatan yang mendorong harga turun. Justru itu memilah mobil untuk memenuhi permintaan pasar yang benar," ujar wakil presiden bidang penelitian otomotif True Car Eric Lyman.
Meski menjadi kontroversi, Ford hingga semester pertama 2013 ini telah mampu menjual sekitar 900 unit saja di Amerika.
Angka itu memang kecil. Terlebih bila melihat penjualan Chevrolet Volt yang mencapai 9.855 unit dan Nissan LEAF yang mencapai 9.839 unit.
(syu/ddn)












































Komentar Terbanyak
Pemerintah Ancam Cabut Izin Gojek-Grab Andai Tak Patuhi Komisi 8%
Viral Pengemudi Calya Ngamuk, Patahkan Spion-Wiper Mini Cooper
Pemilik Kendaraan yang Belum Bayar Pajak Didatangi Petugas Samsat